Lantai Ambles Diperbaiki

182

Los dan Kios
Pasar Projo

AMBARAWA—Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Semarang, meminta kontraktor pelaksana pembangunan tahap pertama Pasar Projo, segera menyelesaikan perbaikan kerusakan. Tepatnya, terkait amblesnya lantai satu bangunan. Hasil kajian sementara, amblesnya lantai los dan kios karena tanah urukan kurang padat.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Semarang, Moch Natsir, mengatakan, setelah ada temuan kerusakan, pihaknya langsung melapor ke bupati. Juga melapor ke pihak kontraktor.
Merespons laporan tersebut, kontraktor pelaksana langsung melakukan perbaikan sejak Rabu (14/5) lalu. Perbaikan diharapkan secepatnya selesai, sebelum masuk pengerjaan fisik pembangunan pasar Projo tahap II.


”Kerusakan sudah mulai diperbaiki oleh kontraktor pelaksana. Bangunan itu masih dalam masa pemeliharaan hingga 20 Juni 2014,” tutur Natsir, Kamis (15/5) kemarin.

Natsir mengatakan, ada enam titik kerusakan dengan tingkatan bervariasi di lantai satu. Kerusakan itu, menurut Natsir, karena tanah urukan kurang padat. Sebab, pemadatan tidak bisa dilakukan menggunakan alat berat. Melainkan, hanya menggunakan stemper.
“Lokasinya ada di tengah-tengah. Jadi, tidak bisa menggunakan alat berat. Kalau di lantai dasar dan lantai dua, bisa dibantu alat berat. Yang pasti, kerusakan sifatnya tidak mempengaruhi struktur bangunan inti. Artinya, seluruh bangunan masih dinyatakan aman. Bangunan tersebut juga sudah sesuai spesifikasi.”
Kepala Pelaksana PT Rekaisti  Utama, Indro Sudarsono selaku pelaksana proyek mengatakan, jika ada kerusakan, masih menjadi tanggungjawab pihaknya. Sebab, masih dalam masa pemeliharaan.
“Untuk kerusakan yang baru saja terjadi, kami langsung melakukan perbaikan mulai Rabu (15/5). Hingga saat ini, kami masih melakukan proses perbaikan,” tutur Indro saat ditemui sedang mengawasi pekerjaan perbaikan kerusakan.
Indro juga memastikan tidak ada kesalahan spesifikasi dalam pembangunan tersebut. Kerusakan yang terjadi, karena bangunan belum ada atapnya. Sehingga ketika hujan, tanah akan tergerus air sehingga lantai bangunan menjadi ambles.
“Semuanya sudah sesuai spesifikasi. Hanya saja, tidak ada atapnya. Jadi, air hujan menggerus tanah di bawah bangunan. Kalau atapnya sudah jadi, tentu tidak ada kerusakan seperti itu,” kata Indro. (tyo/isk)