SEMARANG — Bank OCBC NISP mencatat kinerja keuangan yang baik pada kuartal pertama tahun 2014. Salah satunya, peningkatan penyaluran kredit sebesar 18 persen (YoY) tepatnya dari Rp 53,7 triliun menjadi Rp 63,6 triliun. Sejalan dengan itu, Bank OCBC NISP juga berhasil menumbuhkan asetnya sebesar 17 persen (YoY) menjadi Rp 94,8 triliun dari Rp 81,3 triliun di Q1-2013.
”Ini menunjukkan komitmen Bank OCBC NISP yang tetap konsisten menjalankan fungsi intermediasi,” kata Division Head Corporate Communication OCBC NISP, Tina Tjintawati di sela kunjungan redaksi di kantor Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (14/5) kemarin.
Menurutnya, penyaluran kredit sampai triwulan pertama 2014 tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Hal itu tecermin pada tingkat kredit bermasalah dibanding total kredit atau Non Performing Loan (NPL) gross per 31 Maret 2014 tetap terjaga di angka 0,8 persen.
”Rasio NPL tersebut jauh di bawah ketentuan maksimum Bank Indonesia sebesar 5 persen. Demikian pula dengan Cost to Income Ratio berhasil diturunkan dari 59,4 persen pada periode yang sama tahun lalu menjadi 54,0 persen,” katanya.
Adapun dari total portofolio kredit yang disalurkan, tercatat 42 persen berbentuk modal kerja, sedangkan 39 persen diperuntukkan investasi dan 19 persen untuk konsumen. Penyaluran kredit terbesar berada pada sektor perdagangan dan perindustrian dengan persentase masing-masing sebesar 25 persen. Kemudian diikuti oleh sektor jasa 22 persen, pertanian dan pertambangan 7 persen, konstruksi 2 persen, dan lainnya 19 persen.
”Hal ini sejalan dengan strategi yang dilakukan oleh Bank OCBC NISP untuk menjaga kualitas kredit antara lain dengan melakukan diversifikasi sektor usaha, besaran setiap pinjaman, dan jangka waktu,” jelas Tina.
Kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 28 persen (YoY) dari Rp 709 miliar menjadi Rp 907 miliar juga turut meningkatkan laba Bank OCBC NISP sebesar 38 persen (YoY).
Sementara itu, tambahan modal dari para pemegang saham melalui tuntasnya Rights Issue VII beberapa waktu lalu menempatkan posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank OCBC NISP mencapai 19,9 persen, jauh di atas ketentuan minimal Bank Indonesia sebesar 9-10 persen.
”Hal ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari pemegang saham pada Bank OCBC NISP,” jelas Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja. (eny/ida/ce1)