Korban Tewas 17 Orang per Bulan

77

DEMAK-Kecelakaan lalulintas (lakalantas) di jalan raya—utamanya di wilayah Demak— masih cukup tinggi. Korban tewas mencapai 13 hingga 17 orang per bulan.
Data Polres Demak mencatat, dalam tiga tahun terakhir, lakalantas cenderung  terus naik. Pada 2012, jumlah lakalantas mencapai 812 kasus dengan korban meninggal 199 orang. Luka berat 51 orang, dan luka ringan 877 orang.
Dari peristiwa itu, rata-rata yang meninggal mencapai 17 orang per bulan. Sedangkan kerugian material mencapai Rp 559 juta. Sedangkan pada 2013, jumlah laka mencapai 669 kejadian, dengan korban tewas 158 orang, luka berat 34 orang, dan luka ringan 773 orang. Selama setahun itu, korban tewas rata-rata 13 orang per bulan. Kerugian mencapai Rp 408 juta.
Sementara, lima bulan pada awal 2014 ini, jumlah kejadian lakalantas sudah mencapai 186 kasus, dengan korban meninggal 32 orang, luka berat 11 orang dan 223 luka ringan.
Karena itu, jika dirata-rata, ada 6 korban tewas per bulan. Sedangkan kerugian material  Rp 163 juta. Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho mengatakan, untuk mengurangi angka lakalantas, pihaknya melakukan berbagai langkah. Termasuk, memberikan kesadaran pada masyarakat agar tertib berlalulintas.
“Berlalulintas itu menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Selain itu, merupakan cermin budaya era modern. Ini juga menunjukkan nilai kepribadian bangsa. Karena itu, betapa pentingnya menaati aturan lalulintas di jalan raya,” katanya didampingi Kasubag Humas AKP Sutomo di sela pemasangan pin pelopor keselamatan berlalulintas bagi pejabat teras di lingkungan Pemkab Demak dan instansi lain yang berlangsung dalam apel pagi di Pendopo Kabupaten, kemarin.
Pin pelopor lalulintas dipasangkan langsung oleh Kapolres kepada pejabat. Antara lain, Bupati Demak Dachirin Said, Sekda dr Singgih Setyono MMR, Kajari Zairida SH, dan Dandim Letkol Inf Ari Ariyanto.  
Kasubag Humas AKP Sutomo menambahkan,  para pejabat diharapkan bisa menyampaikan berlalulintas yang baik kepada masyarakat, termasuk untuk PNS di bawahnya.(hib/isk)

Tinggalkan Komentar: