TUNTANG-Calon presiden (capres) dari PDIP, Joko Widodo alias Jokowi, Kamis (15/5) pagi kemarin, mendatangi pondok pesantren (ponpes) Edi Mancoro, Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Kedatangan Jokowi untuk meminta restu pengasuh ponpes, terkait pencalonannya sebagai presiden. Kedatangan Jokowi ke ponpes, tidak lebih dari 30 menit. Selain meminta restu, Gubernur DKI Jakarta itu menerima wejangan dari pengasuh ponpes, KH Mahfudz Ridwan LC. Juga sejumlah ulama lainnya.
Kepada Jokowi, KH Mahfudz Ridwan meminta mantan Wali Kota Surakarta itu bersikap jujur dan tetap menjaga kesederhanaan. “Ya, dalam rangka pilpres, juga minta petunjuk setelah proses pilpres nanti berakhir,” kata Jokowi usai silahturahmi dengan KH Mahfudz Ridwan.
Dalam silahturahmi tersebut, juga hadir Bupati Semarang Mundjirin dan pengurus PDIP Kabupaten Semarang. Juga pengurus DPC PKB Kabupaten Semarang serta sejumlah ulama.
Jokowi mengatakan, dalam pertemuan itu, ia mendapatkan banyak masukan dan nasihat dari KH Mahfudz Ridwan LC. “Paling penting, saya diminta menjaga kesederhanaan, kejujuran, dan diminta tidak usah aneh- aneh,” imbuh Jokowi.
Disinggung nama calon cawapres, Jokowi mengatakan, saat ini tinggal dua nama yang tersisa. Toh, Jokowi tak serta-merta menyebut dua sosok yang dimaksud. Ia meminta semua pihak untuk bersabar.
“Soal cawapres nunggu besok. Kalau tidak besok berarti besoknya atau besoknya lagi. Tinggal dua nama yang akan diputuskan. Yang jelas cawapresnya nanti berintegritas, memiliki kompetensi serta komitmen terhadap bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. Inisialnya A sampai Z,” katanya.
Untuk diketahui, sejumlah nama saat ini kerap disebut-sebut sebagai calon pendamping Jokowi.
Di antaranya, mantan wapres Jusuf Kalla; Ketua KPK Abraham Samad; mantan Ketua MK Mahfud MD dan mantan KSAD, Ryamizard Ryacudu.     
Terpisah, Mahfudz Ridwan membenarkan bahwa Jokowi bersilaturahmi, sekaligus meminta restu untuk pencapresannya. Ridwan mengatakan, dirinya sempat memberikan pesan khusus kepada Jokowi. Sayangnya, Ridwan tak mau membeberkan detail apa pesan itu. “Ya, intinya pesan saya agar PKB juga dipikirkan oleh Pak Jokowi.”
Selain ke Tuntang, Jokowi juga mampir ke Salatiga. Ia mendatangi Pasaraya II. Warga pun terkejut melihat kedatangan capres dari PDIP itu.
Sebelum ke Pasaraya, Jokowi ke Dusun Kalibening, Tingkir. Ia diterima oleh keluarga besar Qariyah Thayibah pimpinan Bahrudin. Di tempat itu, Jokowi sempat berdiskusi mengenai pembangunan desa mandiri. Menurut Jokowi, tantangan bangsa ke depan adalah mengembalikan kejayaan sektor pertanian, salah satunya melalui pengembangan pertanian di desa-desa.
Di sela – sela kunjungan tersebut, Jokowi menjadi imam salat Dhuhur di masjid setempat. Usai salat, Jokowi beserta rombongan menuju ke kediaman tokoh PDIP Salatiga, Sri Utami Djatmiko di Blotongan, Sidorejo untuk makan siang.
Nah, ketika sampai di Pasar Blauran, Jokowi memutuskan berhenti dan berjalan menuju pasar hingga ke Jalan Jenderal Sudirman Salatiga. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, di sepanjang jalan, warga dan pengunjung pasar tumpah ruah dan berdesak – desakan untuk melihat Jokowi dari jarak dekat.
Setelah acara makan siang di kediaman Sri Utami, Jokowi diarak ke Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Salatiga untuk menyapa konstituen dari seluruh parpol pendukung. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi melakukan dialog dengan ratusan konstituen yang memenuhi GPD. (tyo/sas/isk)