TEMANGGUNG–Kendati telah lebih dari satu tahun mengalami kerusakan, kondisi jalur lingkar Ngadirejo hingga kini belum diperbaiki. Jalur lingkar yang difungsikan untuk menghindari kemacetan pada titik Pasar Wage Adiwinangun Parakan tersebut masih dalam kondisi rusak, sehingga lalu lintas terkonsentrasi pada jalur utama yang rawan menimbulkan kemacetan.
Jalan lingkar yang dibuat untuk memecah kemacetan di Pasar Adi Winangun Ngadirejo ini, sejak dibuat hingga saat ini belum pernah diperbaiki total. Pemerintah hanya melakukan perbaikan berupa penambalan lubang di beberapa titik saja.
Wahyu Agus Saputro, 32, warga Desa Petirejo Kecamatan Ngadirejo menuturkan, jalan raya yang melewati kampung halamannya ini, saat ini kondisinya semakin memperihatinkan. Kerusakan pada jalan raya ini sangat parah. “Sudah setahun terakhir ini mulai rusak, tapi belum ada sinyal kalau jalan akan segera diperbaiki,” katanya.
Ia menuturkan, sebelumnya ketika mendekati hari Raya Idul Fitri, pemerintah sudah melakukan perbaikan jalan. Hanya saja perbaikan dilakukan pada lubang-lubang yang dinilai paling berbahaya, sedangkan pada jalan yang dinilai masih layak tidak langsung diperbaiki.
“Yang ditambal jalan yang sudah berlubang atau rusak saja. Padahal saat itu tidak sedikit jalan yang aspalnya mulai mengelupas tapi juga tidak segera ditambal, sehingga saat ini jalan yang tadinya mengelupas menjadi rusak parah,”ujarnya.
Parahnya lagi katanya, tambalan pada lubang itu saat ini kembali mengelupas seiring dengan sering turunnya hujan pada awal Januari hingga awal Mei ini. “Yang itu tepat di tikungan dulu sudah ditambal, tapi sekarang sudah berlubang lagi, malah tambah parah,”ujarnya.
Kondisi tersebut dibenarkan Eko Susanto, 39, warga lainnya, kondisi ini membuat jalan lingkar Ngadirejo ini menjadi rawan kecelakaan. Apalagi jika turun hujan pada malam hari kondisinya akan semakin rawan kecelakaan. “Di siang hari dalam keadaan terang saja sudah sangat rawan, apalagi malam semakin rawan, karena di jalan itu masih minim lampu penerangan jalan,”katanya.
Kerusakan jalan ini katanya, kemungkinan disebabkan jalur tersebut sering dilewati truk bermuatan pasir yang melibihi tonase. Selain itu juga disebabkan karena tingginya curah hujan pada musim penghujan tahun ini.
Ia berharap pemerintah dalan hal ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bisa segera bertindak. Jika memang jalan itu bukan jalan kabupaten, setidaknya DPU bisa merekomendasikan kerusakan jalan ini ke tingkat yang lebih tinggi. (zah/lis)