Ingin Jadi Sekretaris Terbaik

131

INGIN jadi pekerja perempuan yang sukses berkarir dan bisa membanggakan orang tuanya merupakan cita-cita Siska Anggraini. Untuk mewujudkan cita-citanya itu, kini dara cantik kelahiran Semarang, 31 Agustus 1988 ini masih berjuang menyelesaikan tesis S2 Ilmu Hukum di Pascasarjana Universitas Diponegoro (Undip).
Meski sibuk menyelesaikan tesis, tak membuat Siska berhenti mencari pengalaman bekerja yang sesuai dengan keinginannya. Alumnus S1 FH Undip angkatan 2006 ini sudah mengantongi berbagai pengalaman kerja, mulai menjadi asisten dosen FH Undip, sekretaris Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip, bekerja di Pusat Penelitian (Puslit) Gender LPPM Undip, hingga menjadi sekretaris pribadi istri Wali Kota Semarang, Krisseptiana.
”Banyak pengalaman dan ilmu yang aku dapat dari pekerjaanku itu. Aku juga banyak mengenal teman-teman baru di lingkungan kerjaku itu. Aku menikmati semua pekerjaanku itu. Walaupun basic (pendidikan)-ku dari hukum bukan sekretaris, tapi aku bisa menjalankan semuanya karena dari hukum itu juga dituntut dan dibiasakan suka berbicara, loyal, ramah, tanggap, dan tegas. Nah, dari pengalaman kerjaku itu, aku mendapatkan itu semua,” kata gadis yang hobi membaca, traveling dan berjelajah kuliner ini. ”Aku ingin menjadi sekretaris yang terbaik dari yang terbaik. The best secretary and to do the best secretary,” tandasnya.
Saat ini, Siska bekerja di salah satu BUMN. Sepertinya Siska menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya, dan akan konsentrasi di perusahaan milik negara itu.
”Aku memutuskan meninggalkan pekerjaan yang lama karena ingin menaikkan dan mengejar status yang jelas. Dulu di FKM itu aku masih honorer, menjadi sekpri-nya Bu Tia (Krisseptiana) diangkat jadi PNS-nya juga masih lama. Kalau yang terakhir ini (BUMN) jelas, setelah satu tahun kontrak aku langsung diangkat jadi pegawai tetap,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini.
Siska sendiri ingin antara pekerjaan dan pendidikannya berjalan seimbang. Untuk itu, di saat waktu luang dia menyempatkan diri mengerjakan tesis. ”Biasanya setelah bekerja aku langsung janjian dengan dosen untuk bimbingan. Kalau sedang boring atau suntuk aku sempatkan waktu untuk jalan-jalan dan wisata kuliner,” katanya. (zal/aro/ce1)