SALATIGA — Pemkot Salatiga memberikan toleransi bagi tujuh tenaga honorer daerah kategori 2 (K2) yang teranulir dari CPNS, untuk kembali bekerja. Namun, status mereka dikembalikan menjadi tenaga honorer daerah (honda).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Salatiga Adhi Isnanto menyatakan, kebijakan tersebut diambil berdasarkan rekomendasi tim pemeriksaan khusus Inspektorat.
”Pertimbangannya, yang bersangkutan masih berhak bekerja. Hanya statusnya tidak bisa diangkat menjadi CPNS, lantaran tidak memenuhi persyaratan,” terang Adhi Isnanto.
Menurut Adhi, honorer K2 adalah honorer yang tidak dibiayai oleh APBD atau APBN. Sehingga mereka bisa kembali bekerja sesuai dengan instansi pengampu. Soal tempat, bukan kewenangan BKD. Melainkan, instansi tempat mereka bekerja. 
”Setelah pemeriksaan khusus terhadap 12 orang tenaga honda K2 yang bermasalah selesai, kami mendapat dua rekomendasi dari Inspektorat. Pertama, tidak memproses pemberkasan dan pengajuan nomor induk pegawai (NIP) tujuh orang yang terbukti tidak memenuhi persyaratan,” jelas Adhi. 
Rekomendasi kedua, melanjutkan proses pemberkasan dan pengajuan NIP lima tenaga honda yang dinyatakan memenuhi persyaratan. Proses pemberkasan lima orang tersebut, terus berjalan. BKD segera mengajukan berkas mereka ke BKN (Badan Kepegawaian Nasional) untuk mendapatkan NIP.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Salatiga Tedjo Supriyanto meminta kepada instansi tempat 7 honorer K2 yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan menjadi CPNS, untuk menerima mereka kembali bekerja.
”Bagaimanapun mereka memiliki jasa dan benar-benar bekerja. Maka itu, kami minta sekolah untuk menerima mereka kembali,” jelas Tedjo di ruang kerjanya, kemarin.
Seperti diberitakan koran ini kemarin, 12 tenaga honorer K2 yang dinyatakan lolos seleksi CPNS pada 2013, dilaporkan ke BKD Kota Salatiga terkait dugaan pemalsuan data administrasi mereka. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Inspektorat. 
Hasilnya, tujuh honorer K2 dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi CPNS. Mereka pun dianulir kelulusannya. Sedangkan lima tenaga lainnya dinyatakan memenuhi persyaratan. (sas/isk/ce1)