Gagal Ambil Sample Dahak Pasien

167

”Sayangnya sampai meninggal dunia, petugas medis belum mampu mengambil sample dahak. Akibatnya, penyelidikan terhadap diagnosa penyakit DS menjadi buntu.”

Giri Saputro
Juru Bicara RSUD dr Soetrasno

Kasus Dugaan MERS di Rembang

REMBANG–Pasien yang terduga terkena MERS yang meninggal dunia belum dapat disimpulkan kepastiannya. Petugas medis dari RSUD dr Soetrasno Rembang gagal mengambil contoh dahak pasien.
Sebelumnya DS, seorang warga Desa Jurangjero, Kecamatan Sluke, masuk rumah sakit pada Jumat (9/5) lalu, kemudian meninggal dunia, sore harinya. Pria berusia 64 tahun itu dicurigai terjangkit MERS, karena mengalami sesak nafas, usai menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci.
Giri Saputro, juru bicara RSUD dr Soetrasno mengakui, perawat dan dokter hanya sempat mengambil sample darah, untuk bahan uji laboratorium. Hasilnya, pasien mengalami infeksi, terdeteksi adanya peningkatan jumlah leukosit atau sel darah putih.
Tapi untuk memastikan terjangkit virus MERS, perlu sample air dahak yang berasal dari saluran pernafasan bagian bawah. Guna melakukan hal itu, pasien harus kooperatif.
”Sayangnya sampai meninggal dunia, petugas medis belum mampu mengambil sample dahak. Akibatnya, penyelidikan terhadap diagnosa penyakit DS menjadi buntu,” ungkapnya.
Ditambahkan, sejumlah bangsal perawatan isolasi telah disiapkan untuk mengantisipasi kedatangan pasien terduga MERS. Di masing-masing bangsal sebenarnya terdapat ruang isolasi, namun penanganan pasien terduga MERS, difokuskan ke bangsal HND (high nursing dependent).
RSUD dr R Soetrasno terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang. Upaya tersebut, untuk membahas langkah-langkah selanjutnya. ”Termasuk kemungkinan ada cara lain, mengungkap masuknya virus MERS, setelah pasien terlanjur meninggal dunia,” ujarnya. (ali/hil/ida)