Fokus Tari Jawa

199

SEMAKIN terkikisnya kecintaan generasi muda terhadap seni tradisional membuat Wanda Ayu Karlina merasa prihatin. Karena itu, mahasiswi semester akhir Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini bertekad untuk mengembangkan kesenian warisan nenek moyang tersebut, khususnya tari Jawa.
“Banyak generasi muda yang sekarang sudah tak paham lagi dengan budaya Jawa. Untuk itu, saya terjun ke dunia seni tradisional. Paling tidak saya bisa memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya Jawa, khususnya seni tari,” katanya kepada Radar Semarang.
Wanda –sapaan akrabnya— mengaku tak tertarik untuk mempelajari modern dance yang saat ini menjadi tren. Gadis kelahiran 26 Mei 1992 ini memilih fokus melestarikan tarian Jawa.
“Saya lebih suka tari tradisional, seperti tari Gambang Semarang, dan tari Denok-Kenang,” ujar gadis yang mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya untuk mendalami dunia tari.
Dara berhijab ini telah memiliki banyak pengalaman saat pentas tari. Ia juga mendapat pengetahuan soal gending Jawa dan tata rias pengantin. Ke depan, ia ingin mengabdi menjadi guru kesenian. “Kalau tidak jadi guru ya pengin mengembangkan dunia seni di Kota Semarang,” katanya. (den/aro/ce1)