Biaya Wisuda Dikeluhkan

173

KENDAL — Sejumlah orang tua siswa SMAN 1 Kendal mengeluhkan sumbangan Rp 185 ribu untuk kegiatan wisuda. Sumbangan tersebut dinilai terlalu besar dan membebani para orang tua.
Padahal, sebelumnya, Bupati Widya Kandi Susanti dengan tegas melarang semua sekolah memungut dana sumbangan dalam bentuk apa pun. Termasuk, Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI).
Sebab, per sekolah, sudah mendapatkan kucuran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Salah satu orang tua siswa, Sapawi, 45, mengatakan, ia menerima surat undangan bernomor 422.1/422/SMA.1.KDL. Dalam surat tersebut, tercantum agar orang tua siswa membayar uang wisuda sebesar Rp 185 ribu.
Rinciannya, Rp 150 ribu untuk biaya operasional penyelenggaraan wisuda. Sisanya, Rp 35 ribu untuk biaya administrasi kelulusan dan fotokopi.
”Saya sangat keberatan, sebab biaya tersebut sangat membebani orang tua siswa yang tidak mampu. Apalagi, setelah lulus, orang tua masih butuh biaya besar untuk mendaftarkan anaknya ke perguruan tinggi,” ujar Sapawi kepada Radar Semarang, kemarin.
Menurut Sapawi, biaya tersebut tidak masuk akal, jika hanya untuk wisuda. Sebab, di SMAN 1 Kendal, muridnya berjumlah 480 siswa. Terdiri atas 12 ruang, dengan masing-masing ruang berisi 40 siswa. Asumsinya, jika semua membayar, maka terkumpul dana Rp 88.800.000 hanya untuk wisuda.
Biaya tersebut, menurutnya, harus dibayar ke pihak sekolah paling akhir 20 Mei 2014. Atau, seminggu sebelum wisuda dilaksanakan. ”Katanya bupati sudah melarang pungutan kepada biaya kepada orang tua, kenapa masih ada sekolah yang masih melakukan penarikan dan biaya,” keluhnya. Pihak sekolah diketahui tidak membuat rincian dana wisuda. Karenanya, tak sedikit orang tua yang curiga.
Sapawi juga mengatakan, orang tua tidak dilibatkan dalam rapat untuk membahas perpisahan siswa. ”Tahu-tahu hanya menerima undangan dan dibebani membayar Rp 185 ribu. Jadi kami merasa sangat keberatan sekali.”
Menanggapi hal itu, Kepala SMAN 1 Kendal, Sunarto membenarkan pihaknya membuat surat undangan agar siswa membayar Rp 185 ribu untuk biaya wisuda. ”Dana tersebut digunakan untuk pentas seni, sewa tenda, dan konsumsi. Sebab, nanti kegiatan perpisahan akan dilangsungkan di lapangan, jadi harus memakai tenda,” ucap Sunarto.
Namun, klaim dia, biaya tersebut bukan suatu keharusan. Artinya, orang tua yang tidak mampu, bisa mengajukan keringanan atau pembebasan. ”Jadi kami tidak mewajibkan.”
Ia mengelak tidak melibatkan orang tua untuk merumuskan biaya wisuda sebesar Rp 185 ribu. Menurut Sunarto, pihaknya telah mengajak seluruh orang tua maupun wali murid dalam sebuah rapat untuk menentukan biaya wisuda.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kendal Muryono mengimbau kepada seluruh sekolah agar tidak berlebihan dalam merayakan kelulusan siswa. ”Cukup sederhana saja. Sebab, yang SMA masih harus melanjutkan ke perguruan tinggi, SD ke SMP dan SMP ke SMA/SMK,” katanya.
Perayaan wisuda, menurut dia, memang penting. Sebab, memberikan apresiasi kepada siswa yang lulus setelah menempuh ujian nasional.
”Cukup disyukuri bersama saja, tidak perlu mewah. Yang penting tujuan pendidikan itu sendiri untuk meningkatkan kualitas peserta didik.” (bud/isk/ce1)