SALATIGA — Sebanyak tujuh tenaga honorer kategori 2 (K2) yang diterima CPNS pada rekrutmen 2013 lalu akhirnya dianulir Pemkot. Langkah itu dilakukan setelah adanya pemeriksaan khusus oleh Inspektorat. Hasilnya, Inspektorat menemukan adanya kesalahan administrasi.
Kepala Inspektorat Kota Salatiga, Niken Lidiastuti mengatakan hal itu kepada wartawan, kemarin. Niken menjelaskan, pemeriksaan khusus terhadap 12 tenaga honorer K2 yang diadukan oleh masyarakat telah selesai. Selain itu, berita acara pemeriksaan dan hasilnya, juga sudah ditandatangani.
”Hasil pemeriksaan mengungkap ada tujuh orang yang dianulir, karena tidak tertib administrasi, sehingga tidak memenuhi persyaratan,” terang Niken. Menurut dia, berkas hasil pemeriksaan sudah disampaikan kepada wali kota.
Dasar tak tertib administrasi, menurut Niken, yang bersangkutan bekerja di sebuah sekolah, kemudian putus sementara; dan kembali lagi bekerja di sekolah yang sama. Sehingga masa kerja tidak memenuhi syarat untuk ikut  K2. Ironisnya, muncul SK yang menyatakan memenuhi persyaratan SK masa kerja dari kepala sekolah.

”Semuanya sudah kami selesaikan. Soal keputusan, berada di tangan wali kota.” Dikatakan, tujuh orang yang dipastikan teranulir, akan kembali menjadi tenaga honorer.
Kabag Humas Pemkot Salatiga Adi Setiarso juga menyatakan, kemungkinan besar tujuh orang yang dianulir, masih bisa kembali bekerja sebagai honorer. ”Saya yakin ada kebijakan dan mereka akan kembali bekerja sebagai honorer.” (sas/isk/ce1)