WONOSOBO –  Gelaran Wonosobo Fair 2014, yang telah berlangsung selama 5 hari, Senin (12/5) resmi ditutup. Media promosi bagi produk-produk UMKM unggulan yang dihelat di gedung Korpri Wonosobo tersebut, mencatatkan transaksi perdagangan antara peserta dengan konsumen hingga mencapai Rp 536 juta. Sayangnya dari angka tersebut Rp 450 juta berasal dari transaksi otomotif.
Menurut Kepala Bagian Humas Setda Tri Antoro, capaian tersebut diraih dari 15 stan kecamatan, SKPD dan mitra UMKM senilai Rp 60.300.000, stan otomotif Rp 450.000.000, stan bazaar non-UMKM Rp 16.500.000, dan stan kuliner senilai Rp 9,2 juta.
Gelar forum temu bisnis, yang digelar di tengah perhelatan WF 2014, menurut Tri juga bisa dikatakan sukses. Mempertemukan para pelaku bisnis dari Indonesian Islamic Business Forum (IIBF), Carrefour Indonesia, serta Kadin Provinsi Jawa Tengah dengan penggiat UKM se-Wonosobo. Forum bisnis tersebut berhasil meningkatkan jumlah produk UMKM Wonosobo yang masuk ke Carrefour.
“Bila sebelum kegiatan, baru 45 produk yang ber-barcode, setelah bertemu langsung dengan para pelaku UMKM, Carrefour memutuskan untuk menerima tak kurang dari 63 produk makanan dan minuman olahan khas Wonosobo,”katanya.
Dari Kadin Jateng sendiri, menurut Tri juga merespons positif penyelenggaraan WF 2014. Sejumlah peluang pasar pun dibuka, mulai dari pemasaran tepung mocaf, tepung pisang, hingga tepung ketela ungu untuk PT Garuda Food sangat berpotensi diterima. Demikian pula dengan produk kerajinan patung replika, yang kemungkinan besar akan dipakai oleh PT Garuda Indonesia, untuk melengkapi merchandise mereka.
“Peluang-peluang baru yang terbuka lebar bagi produk UKM Wonosobo tersebut, memang menjadi target panitia penyelenggara, disamping upaya meningkatkan kecintaan masyarakat untuk membeli produk asli Wonosobo,” ujarnya.
Sekretaris Daerah, Eko Sutrisno Wibowo dalam menutup acara, mengaku sangat terkesan dengan penyelenggaraan WF 2014. Kepada berbagai pihak yang turut berkontribusi aktif, seperti BUMN/BUMD melalui CSR mereka, maupun para pelaku UMKM sendiri, disebut Eko akan memiliki imbas positif terhadap masa depan sektor usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Wonosobo.
Sambutan positif terkait WF 2014 juga dikatakan Agus Wuryanto. Salah satu budayawan yang turut terlibat dalam penilaian beberapa lomba kreatif menyebut WF 2014 sangat berkesan.
“Melalui lomba foto produk UMKM, para peserta menjadi lebih mengenal produk-produk hasil kreasi para pelakunya,”katanya.(ali/lis)