TEMANGGUNG–Berbeda pada pemilu legislatif lalu, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang akan dibuka pada pilpres mendatang akan kembali pada jumlah TPS seperti pada pilkada lalu, yakni 1.717 TPS. Pengurangan jumlah TPS tersebut menyusul perubahan jumlah minimal pemilih pada pilpres dalam satu TPS.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung Sujatmiko menyebutkan, jumlah TPS yang digunakan pada pileg sebanyak 1.881 TPS, sedangkan jumlah TPS pada pilpres direncanakan akan kembali pada jumlah TPS yang digunakan pada Pilpres 2009 lalu yakni 1.717 TPS.
Dikatakan, pengurangan jumlah TPS pada pilpres ini berdasarkan jumlah maksimal pemilih dalam satu TPS. Pada pileg lalu jumlah maksimal pemilih dalam satu TPS sebanyak 600 pemilih sedangkan pada pilpres ini 800 pemilih dalam satu TPS. “Secara otomatis, jumlah TPSnya menjadi berkurang,” katanya.
Ia mengatakan, pengurangan jumlah TPS ini tidak akan berimbas pada jalannya pelaksanaan pilpres. Karena menurutnya jika dilihat dari sisi tingkat kesulitan, pilpres ini relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan saat pelaksanaan pencoblosan pileg lalu.
“Kalau untuk pileg lalu ada empat surat suara yakni untuk DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten, untuk pilpres hanya satu surat suara jadi pelaksanaan pencoblosan lebih cepat,”jelasnya.
Namun katanya, pengurangan jumlah TPS ini diharapkan tidak mengurangi partisipasi pemilih pada pilpres mendatang, sebab pengurangan TPS ini masih berdasar pada kondisi geografis. “Penetapan TPS memang belum dilakukan, tapi TPS yang akan digunakan pada pilpres mendatang masih mengacu pada TPS pileg lalu, hanya saja jumlah yang dikurangi,”katanya.
Pemangkasan TPS itu, terusnya, jelas akan mengurangi Kelompok Penyelengaran Pemungutan Suara (KPPS). Namun hal itu tidak menjadi masalah, sebab KPPS sifatnya ad hock atau sementara, yang bekerja hanya pada penyelenggaraan pencoblosan. Sehingga nanti akan ada perekrutan kembali untuk pilpres. (zah/lis)