KARANGAYU — Lagi, kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di Kota Semarang. Kali ini, dilakukan Kumani, 48, warga Semarang Barat. Ia nekat mencabuli tetangganya sendiri, Ms, 13, yang masih duduk di bangku SMP. Ironisnya, pencabulan tersebut dilakukan di rumah korban saat ayahnya tertidur.
Aksi bejat itu dilakukan pelaku Sabtu (3/5) sekitar pukul 22.00 lalu. Sebelum kejadian, pelaku sempat menonton bola di televisi bersama ayah korban. Di sela itu, pelaku merayu korban ketika sang ayah sudah tertidur. ”Saya kasih uang Rp 10 ribu untuk membeli bakso. Sudah lama kenal dengan dia (korban), karena masih tetangga,” kata Kumani kepada Radar Semarang.
Saat ayah korban tertidur, pelaku langsung masuk ke kamar Ms. Dengan cepat pelaku mencabuli dan membelai-belai korban. Korban sempat berontak. Namun pelaku dengan sigap membekapnya. Saat tidak berdaya itulah korban dicabuli. ”Saya cuma mencium dan meraba saja. Tidak sampai masuk (berhubungan intim, Red),” kilahnya.
Kumani mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena sudah tiga tahun pisah ranjang dengan istrinya. Untuk membujuk korban, ia menjanjikan akan menikahi dan memberinya uang saku. ”Kadang saya kasih Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu,” katanya.
Kapolsek Semarang Barat Kompol Yani Permana mengatakan, saat mencabuli, tersangka menjanjikan akan menikahi korban. ”Pengakuannya baru pertama kali. Tapi masih kami kembangkan,” ujarnya.
Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. ”Tersangka dalam pengakuan hanya meraba. Tetapi tetap dijerat undang-undang perlindungan anak, karena korban di bawah umur,” katanya.
Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat AKP Budi meminta para orang tua lebih waspada dalam mengawasi anak gadisnya. Jangan sampai anak terlibat dalam pergaulan bebas maupun menjadi korban kekerasan seksual. ”Pergaulan anak-anak harus lebih diawasi,” pesan AKP Budi. (fth/aro/ce1)