KENDAL—Ilham Maulana, 23, terdakwa kasus penganiayaan terhadap Riyan Afrulloh, 28, dituntut pidana penjara lima tahun. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maliki Budianto dari Kejari Kendal menyatakan, Ilham terbukti melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP.
“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pengeroyokan hingga mengakibatkan korban Riyan meninggal dunia,” ujar Maliki saat membacakan tuntutannya di PN, Kendal, kemarin.
Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Mulyadi, Maliki menuturkan, Ilham melakukan tindak pidana bersama terdakwa lain, Bintang Apride Gisti. Pada 20 Agustus 2012, Ilham bersama Bintang hendak menonton konser musik di GOR Bahurekso, sembari menenggak miras.
Sesaat kemudian, Riyan dan istri, juga teman-temannya datang. Mereka langsung menenggak minuman keras tanpa izin. Tindakan itu membuat Ilham dan Bintang tersinggung. Mereka merasa dilecehkan. “Kemudian, terjadi perseteruan antara terdakwa dengan korban Riyan. Bahkan terdakwa sempat membenturkan kepala korban ke tembok,” ujarnya.
Hal itu sempat dilerai oleh seorang polisi yang bertugas di GOR Bahurekso. Tapi, perkelahian berlanjut di luar GOR, Bintang bersama Ilham menemui korban yang sedang nongkrong bersama teman-temannya. “Bintang dan Ilham mengajak korban untuk berduel.”
Terjadilah perkelahian. Bintang memukul pipi korban. Ketakutan, korban pun lari. “Ilham lalu mengambil sebongkah batu dan melemparkannya mengenai kepala korban hingga tersungkur. Lalu, korban hendak bangun dan kabur. Tapi, karena luka parah, korban kembali terjatuh.” Saat itulah korban diteriaki maling. Hingga akhirnya korban dikeroyok oleh massa yang berada di sekitar GOR.
Pada saat massa mengeroyok, Bintang dan Ilham ikut memukuli korban hingga mengakibatkan korban tewas seketika. (bud/isk)