Populasi Ternak Sapi Rendah

30


TEMANGGUNG–Produksi peternakan sapi di Kabupaten Temanggung sangat rendah. Hal tersebut dikhawatirkan akan terus berlanjut. Pemkab Temanggung diminta untuk melakukan pengawalan dan memberikan solusi penyelesaian atas menurunnya populasi sapi ini. Sebab, kelangkaan hewan ternak akan berdampak pada kestabilan harga komoditas daging di pasaran.
“Dari pengamatan kita terhadap LKPJ yang disampaikan Bupati Temanggung tahun 2013, kami melihat populasi sapi menurun tajam. Ini sangat mengkhawatirkan dalam jangka panjang. Pemerintah harus melakukan pemetaan dan mencari solusi,” kata politisi PKNU, Abdul Rozak.
Anggota Fraksi Gerhanu DPRD Temanggung ini mengatakan, pihaknya melihat kelangkaan ternak sapi akan berdampak pada peningkatan impor daging dan ternak sehingga hal tersebut dikhawatirkan mengganggu kestabilan harga sapi dan daging peternak lokal. “Sebab harga impor lebih murah,” tambahnya.
Pada 2012 lalu, jumlah sapi yang ada di Kabupaten Temanggung tercatat 43.515 ekor, namun jumlah tersebut menurun tajam menjadi 27.282 ekor. Padahal pada akhir 2011 menunjukkan peningkatan populasi dari 40.311 ekor.   “Memang kondisinya seperti ini, kadang jumlah naik kadang juga mengalami penurunan, tapi untuk tahun 2013 ini mengalami penurunanan yang sangat drastis,” kata Kepala Bidang Petenakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinaskan) Kabupaten Temanggung Esti Dwi Utami.
Penurunan populasi, terangnya, tidak hanya terjadi di Kabupaten Temanggung, dari laporan secara nasional, penurunan terjadi secara massal, bahkan di Jawa Tengah Temanggung menjadi daerah dengan penurunan yang cukup tajam.
Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi mengaku telah memetakan pengembangan potensi peternakan sapi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengembangan kawasan peternakan sapi. Pihaknya menarget mampu meningkatkan populasi sapi per tahun 3.000 ekor. (zah/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here