Periksa Sekolah Pembuat SK

107

Honorer K2 Bermasalah

SALATIGA—Adanya 12 tenaga honorer kategori 2 yang diduga mengajukan data bermasalah dinilai sebagai sebuah masalah serius bagi Pemerintah Kota Salatiga. Kalangan DPRD meminta eksekutif mengusut tuntas dan transparan, siapa saja yang terlibat dalam masalah ini.
“Kalau memang tidak melakukan manipulasi sendiri, tentu harus dicari tahu, bagaimana bisa seorang honorer mendapatkan keterangan masa kerja yang lebih lama dari seharusnya,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Kota Salatiga bidang Pemerintahan, Septa Maya Hidayati, Senin (12/5).
Ia mengaku telah mendapat informasi mengenai siapa saja yang dilaporkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Setelah diklarifikasi dari data yang ada, nama-nama tersebut banyak yang muncul dalam validasi tahun 2010. Padahal untuk bisa diangkat PNS seharusnya mulai menjadi wiyata bakti mulai 2005.
“Yang diperiksa tidak hanya yang bersangkutan, tetapi juga bagaimana dia bisa memiliki surat keterangan bertugas lebih lama dari seharusnya. Kalau tidak salah, SK dikeluarkan oleh sekolah, maka harus diklarifikasi semua pihak,” tandas perempuan berkerudung ini dengan nada tegas.
Kepala BKD Adi Isnanto menuturkan, pihaknya masih menunggu laporan dari inspektorat terkait pemeriksaan khusus terhadap para honorer tersebut. “Jadi jika ini kealpaan murni, maka kami akan anulir PNS-nya dengan tidak mengajukan NIP. Dan otomatis yang bersangkutan akan kembali ke sekolah asal,” jelas Adi Isnanto melalui telepon pribadinya, kemarin.
Ia tidak mau berspekulasi mengenai jumlah pegawai yang pengajuan NIP-nya dibatalkan. Ia akan menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum bisa memberikan keterangan kepada publik.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 12 tenaga honorer K2 yang dinyatakan lolos seleksi CPNS 2013 lalu, dipanggil Inspektorat Kota Salatiga. Pemanggilan tersebut berdasarkan pada pengaduan masyarakat mengenai sejumlah dokumen yang diduga bermasalah. Dari pemeriksaan awal, 5 orang terancam batal jadi PNS.
Berdasarkan sumber yang diterima wartawan, permasalahan yang paling mencolok adalah status honorer yang masa kerjanya belum ada lima tahun. “Yang dinamakan database honorer K2 adalah pegawai honorer berdasarkan pendataan tahun 2005 dan telah memenui masa kerja lima tahun,” terang sumber tadi.
Dalam penerimaaan CPNS lalu, sebanyak 114 dari 225 pegawai honorer K2 yang mengikuti dinyatakan diterima sebagai PNS. Sebagian besar tenaga honorer K2 berada di lingkungan sekolah. Mulai dari administrasi, hingga guru wiyata bakti. (sas/ton)