Lahir Prematur, Awalnya Dikira Hanya Kembar Dua

Istri Penjaga SD di Kendal Lahirkan Bayi Kembar Tiga

Sri Utami, 32, warga Kedungsuren, Kaliwungu Selatan, Kendal melahirkan bayi kembar tiga. Padahal hasil ultrasonography (USG) sebelumnya, diketahui hanya kembar dua.

BUDI SETYAWAN, Kendal

RONA bahagia terpancar di wajah pasangan Sri Utami dan Teguh Utomo, 32. Sebab, pasangan ini delapan hari lalu dikaruniai bayi kembar tiga sekaligus. Ketiga bayi tersebut lahir lewat operasi caesar di RSUD Dr Soewondo Kendal.
Tiga bayi itu lahir prematur pada Senin (5/5). Karena saat operasi caesar, usia kandungan Utami masih tujuh bulan dua minggu (30 minggu). Berat badan tiga bayi tersebut jauh dari berat normal, masing-masing 1.530 gram, 1.620 gram dan 1.470 gram.
Sri Utami mengaku, tidak pernah menyangka dirinya bakal dikaruniai bayi kembar tiga. Sebab, dari hasil ultrasonography (USG) kandungannya hanya dinyatakan kembar dua. ”Bidan desa juga bilang kalau anak saya kembar dua. Saya tahu kalau anak saya kembar tiga setelah proses operasi caesar selesai,” katanya kepada Radar Semarang, Senin (12/5).
Ketiga buah hatinya itu diberi nama Lukman Risqi Hakim, Bisri Rizqi Aditya dan Kholil  Rizqi Praditya. ”Senang, meski harus lahir melalui proses caesar, tapi ketiganya selamat,” ujarnya.
Menurut Utami, dirinya mengandung bayi kembar dipengaruhi oleh riwayat keluarganya dan keluarga suaminya yang sama-sama memiliki keturunan kembar. ”Ibu saya melahirkan adik saya juga kembar, tapi meninggal semua. Tante saya juga punya anak kembar, tapi baru saya yang melahirkan bayi kembar tiga sekaligus,” katanya.
Teguh, suami Utami membenarkan kalau dirinya memiliki  riwayat keluarga kembar. ”Paman saya yang memiliki keturunan kembar.  Jadi, saya dan istri sama-sama memiliki riwayat keluarga kembar,” ujarnya.
Saat ini, Teguh mengaku masih khawatir dengan kondisi kesehatan ketiga buah hatinya tersebut. Sebab, berat badan ketiga anaknya itu jauh dari normal. Lukman beratnya hanya 1.530 gram, Bisri 1.620 gram dan Kholil 1.470 gram.
”Kata dokter kondisi ketiganya lemah, jadi belum bisa dibawa pulang. Karena terlalu kecil, ketiganya sering mengalami sesak napas. Sekarang masih berada di ruang inkubator dengan alat bantuan pernapasan,” tuturnya.
Selain khawatir akan keselamatan buah hatinya, Teguh juga merasa kesulitan dengan biaya rumah sakit yang harus ditanggung, yang mencapai puluhan juta rupiah. Padahal sehari-hari ia hanya bekerja sebagai penjaga tidak tetap SDN 04 Kedungsuren, Kaliwungu Selatan, Kendal. Gajinya selama ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan ia dan istrinya. ”Untuk bayar biaya caesar istri saya sudah habis Rp 5 juta. Itu saja, saya harus cari utangan,” kata Teguh yang menikahi Utami dua tahun lalu.
Ia berharap, pihak RS dapat memberinya keringanan untuk membayar biaya rumah sakit. Sebab, ia tidak memiliki kartu jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) maupun surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari Pemkab Kendal. ”Biaya perawatan anak saya belum tahu, dan nggak tahu juga harus cari pinjaman ke mana,” ucapnya sedih.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Soewondo, Saikhu, menjelaskan, kondisi umum ketiga bayi tersebut sudah menunjukkan kemajuan sejak kelahirannya Senin (5/5) lalu. ”Bayi pertama dan ketiga masih di dalam ruang inkubator, karena kondisinya masih lemah. Sedangkan bayi kedua sudah kami turunkan ke ruang perawatan anak biasa, karena sudah mulai sehat,” jelasnya.
Saikhu mengatakan, memang dari berat badan, ketiganya sangat kecil. Sebab, bayi normal biasanya lahir dengan berat badan minimal 2 kilogram. ”Ketiga bayi masih akan berada di ruang perawatan selama kondisinya belum menunjukkan peningkatan.  Yakni, berat badannya melebihi minimal berat badan bayi normal,” tandasnya.
Ketiga bayi diperkirakan paling cepat akan menjalani perawatan selama dua pekan. Dengan ditandai, ketiganya sudah bisa menyusu alias minum ASI secara normal. ”Prinsipnya pihak rumah sakit tidak akan menahan bayi, jika sudah sehat dan ada jaminan, pihak keluarga bisa membawa pulang,” katanya. (*/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here