Kuota Perempuan Tak Terpenuhi 

161

MAGELANG– Hasil perolehan suara Pemilihan Legislatif 2014 diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Magelang, kemarin (12/5). PDI Perjuangan dinyatakan unggul sesuai hasil hitung cepat sejumlah lembaga.
Dalam rapat pleno penetapan perolehan suara dan kursi itu diketahui ada 18 orang calon legislatif (caleg) terpilih dengan wajah baru. Hanya tujuh incumbent yang bertahan.       
“Memang dari hasil pileg 9 April lalu, calon-calon baru lebih banyak terpilih. Atau setidaknya 70 persen merupakan wajah baru,” jelas Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto Amron usai acara.       
Hanya saja, kuota keterwakilan perempuan yang  terpilih menjadi wakil rakyat Kota Magelang periode 2014-2019 tersebut,  tidak mencapai 30 persen.
”Dari pileg kemarin, hanya ada enam orang perempuan calon anggota DPRD terpilih. Jadi kuota keterwakilan perempuan belum terpenuhi,” jelas Basmar.
Enam calon anggota DPRD Kota Magelang terpilih kaum perempuan
tersebut yakni Dian Mega Aryani dari Partai Demokrat,  Tyas Anggraeni Budi Prasetyo dari Partai Hanura, Titik Utami dari Partai Golkar, Nella Karnela Yunissari dari Partai Gerindra, Stin Sahyutri Soekisno dari PDIP, dan  Windarti Agustina PDIP.     
Dia mengatakan, pelantikan para caleg terpilih itu nantinya akan dilangsungkan pada bulan September mendatang. Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi  perolehan kursi  partai politik, PDIP menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak, meraih tujuh kursi, disusul Partai Golkar mendapat empat kursi, Partai Demokrat (3). Kemudian, Partai Keadilan Sejahtera (3), Partai Kebangkitan Bangsa (2), Partai Hati Nurani Rakyat (2),  Partai Gerakan Indonesia Raya (2), Partai Amanat Nasional (1) dan Partai Nasdem (1).       
Sementara tiga besar parpol peraih suara terbanyak, pada urutan pertama diraih PDIP  yang meraih  19.024 suara,  disusul Partai Golkar di posisi kedua dengan perolehan 9.885 suara dan  Partai Demokrat di urutan ketiga dengan meraih 7.324 suara.       
Basmar juga menambahkan, angka partisipasi masyarakat Kota Magelang pada pemilihan legislatif lalu mencapai 79,38 persen. Angka tersebut diperoleh dari jumlah suara sah pada pileg 72.164 suara dari jumlah pemilih  sebanyak 92.386 orang.       
Sementara itu, dalam rapat pleno kemarin ada satu saksi dari Partai Hanura yang enggan memberikan tanda tangan.  “Saya kurang tahu alasannya. Namun, sesuai aturan tidak mempengaruhi hasil rapat pleno penetapan ini. Jika memang ada gugatan bisa dilayangkan ke MK. Sementara jika tidak puas dengan KPU bisa menggugat ke PTUN,” jelas Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Magelang, Zuchron Arofi. (vie/lis)

Tinggalkan Komentar: