BARUSARI — Kasus dugaan jual-beli kunci jawaban ujian nasional (unas) SMP/MTs dan sederajat di Kota Semarang terus bergulir. Satuan Reskrim Polrestabes Semarang akan mengusut tuntas peredaran dokumen negara tersebut. Setidaknya sudah delapan saksi yang mengedarkan kunci jawaban dimintai keterangan.
Saat ini, penyidik sedang menelusuri siapa pihak pertama yang menyebarkan kertas kunci jawaban tersebut. Termasuk memeriksa Sw, guru SMP di Grobogan yang disinyalir merupakan orang pertama yang membawa kunci jawaban tersebut. ”Masih terus kami kembangkan. Siapa pun yang terlibat pasti akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono.
Djihartono menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap Sw. Sw merupakan guru PNS SMP di Grobogan yang disinyalir mengetahui secara pasti dari mana kunci jawaban tersebut diperoleh. Sebab, dari pemeriksaan sejumlah saksi, indikasi kuat mengarah ke Sw. ”Akan kami telusuri dari mana dan ke mana kunci jawaban diedarkan,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto menambahkan, saat ini pihaknya masih mempelajari kertas yang disinyalir kunci jawaban. Jika dilihat sekilas, kunci jawaban asli, tapi tidak semua dijawab. ”Hanya 60 persen yang sudah dijawab. Ini yang masih kami selidiki,” katanya.
Disinggung tentang keberadaan Sw, Wika enggan membeberkan lebih jauh. Pihaknya hanya menegaskan akan merampungkan dan mengusut tuntas kasus tersebut. Toh jika memang tidak terbukti membocorkan rahasia negara, pelaku bisa dijerat pasal penipuan. ”Ya karena mereka menipu orang dengan mengedarkan kunci jawaban palsu hanya untuk mendapatkan keuntungan. Pasti akan kami usut tuntas,” janjinya.
Seperti diketahui, kasus ini terbongkar setelah aparat Satuan Reskrim Polrestabes Semarang berhasil mengungkap penyebaran 155 lembar kunci jawaban unas SMP/MTs dan sederajat di Kota Atlas, Kamis (8/5) pagi sekitar pukul 05.00 lalu. Penyebaran kunci jawaban unas itu diduga melibatkan dua orang guru dan lima siswa SMA. Kabarnya, mereka hendak menjual kunci jawaban tersebut seharga Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta per lembar.
Kelima siswa SMA yang hendak menyebarkan adalah Ag, Pd, Hi, Dr, dan As. Mereka diamankan saat hendak memperbanyak kunci jawaban IPA SMP di salah satu foto kopi milik St, di kawasan Jalan Fatmawati, Pedurungan, Semarang.
Dari keterangan kelima siswa diperoleh keterangan jika kunci jawaban didapatkan dari seorang guru Madrasah Aliyah (MA) di Kebonagung Demak berinisial Nh, 50. Penyidik terus mengembangkan hingga muncul nama seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Mranggen, Demak berinisial Ad, 22. Dari mereka, muncul nama kepada seorang guru di Grobogan berinisial Sw, yang diduga sebagai orang pertama yang mendapatkan kunci jawaban unas.
Master kunci jawaban unas itu hanya setengah lembar. Namun sudah difotokopi menjadi 155 lembar. Rencananya, kunci jawaban mata pelajaran IPA itu akan diedarkan di seluruh SMP di Kota Atlas. Beruntung, sebelum sempat beredar, aksi itu sudah terendus dan digagalkan petugas. ”Masih belum bisa disimpulkan apakah kunci jawaban ini asli atau palsu. Kami masih meminta keterangan sejumlah saksi,” katanya. (fth/aro/ce1)