Juga Didakwa Gunakan Uang Portal

159

Eks Kades Batursari
Mulai Disidangkan

 
MANYARAN – Perkara mantan Kades Batursari, Kecamatan Mranggen, Demak, Luthfi Latif, 33, mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (12/5) kemarin. Luthfi diduga mengorupsi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2009-2012.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Demak Farah Dian Wijayanti saat membacakan dakwaannya membeber, terdakwa yang telah ditahan sejak 10 Januari lalu, melakukan penyimpangan atas sejumlah penerimaan dan pendapatan desa.
Antara lain, hasil sewa tanah kekayaan desa, retribusi desa, dan retribusi pelayanan surat. Juga sewa bangunan desa, penerimaan pengembalian PBB dan upah pungut PBB. Total kerugian negara Rp 330 juta.
”Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Dan, subsider melanggar pasal 3 jo pasal 18 pada UU yang sama,” ungkap JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Hastopo.
Jaksa membeber, terdakwa telah menggunakan uang hasil sewa tanah kekayaan desa untuk kepentingan sendiri. Dari total Rp 44 juta uang desa sejak 2009 hingga 2012, hanya Rp 5 juta yang digunakan untuk kepentingan desa. ”Sisanya, Rp 39 juta masuk ke kantong terdakwa.”
Selain itu, terdakwa juga telah meminjam uang hasil pendapatan pologoro desa sebesar Rp 11,8 juta, tanpa pengembalian. Sementara uang hasil pungutan retribusi portal desa dalam kurun waktu 2009-2012 sebesar Rp 205 juta, Rp 189 juta di antaranya juga masuk ke kantong terdakwa. ”Hanya Rp 13 juta yang digunakan untuk kepentingan desa.”
Selanjutnya, tutur JPU, terdakwa juga telah menggunakan uang penerimaan retribusi pelayanan surat dan penerimaan sewa bangunan desa sebesar Rp 700 ribu. Selain itu, terdakwa juga telah memakai uang pemungutan PBB sekitar Rp 54 juta. Juga penerimaan pengembalian PBB sekitar Rp 20 juta pada 2009/2010. ”Uang tersebut dipakai terdakwa tanpa ada pertanggungjawaban.”
Menanggapi dakwaan JPU, terdakwa didampingi penasihat hukumnya Nugroho Budiantoro mengaku tidak mengajukan eksepsi. Sidang kembali lanjutkan Senin (19/5) depan, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.
Seperti diketahui, terdakwa ditetapkan menjadi tersangka sejak Desember 2012 lalu. Namun, kemudian menjadi buron hingga berhasil ditangkap oleh Kejari Demak bekerja sama dengan tim Kejari Purworejo dan Kejati Jateng di hotel MA, di Kutoarjo, Purworejo pada Januari 2014. (fai/isk/ce1)