Jalur Dua Desa Terancam Putus

112

KLATEN–Jalur penghubung Desa Tegalmmulyo dan Desa Sidorejo di Kecamatan Kemalang terancam putus. Badan jalan yang berada di Dusun Pajegan, Desa Tegalmulyo longsor. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan karena di sisi jalan terdapat jurang kedalaman hingga puluhan meter.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo di lokasi, badan jalan yang longsor panjangnya mencapai 10 meter. Kondisi semakin berbahaya karena jalur tersebut tidak memiliki penerangan jalan. Jika malam hari pengguna jalan diharapkan lebih waspada agar tidak terperosok ke jurang.
Untuk mengantisipasi terjadinya celaka, pemerintah desa setempat memasang bambu dan tali di sekitar jalan yang longsor. Bambu tersebut sebagai pembatas sekaligus rambu agar pengguna jalan tidak mengambil jalan terlalu pinggir.
Kepala Desa (Kades) Tegalmulyo Sutarno mengatakan, longsornya jurang yang berada di pinggir jalan desa sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. Pihaknya tidak mengetahui secara pasti penyebab terjadinya longsor.
“Namun saat longsor intensitas hujan masih tinggi. Mungkin karena tergerus air yang masuk ke jurang sehingga membuat kondisi tanah labih dan akhirnya longsor. Kami sudah menyampaikan peristiwa ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten,” ujarnya.
Bila sampai jalur antar desa ini terputus, maka warga dua desa akan kesulitan untuk berkunjung. Karena jika melalui jalur utama warga memutar jarak yang cukup jauh. Dia berharap jurang yang longsor dapat segera diperbaiki agar badan jalan tidak ambrol.
Jalur yang menuju ke puncak Gunung Merapi juga merupakan bagian dari jalur pendakian. Jika akhir pekan banyak wisatawan dari luar daerah yang datang. Kebanyakan mereka tidak paham tentang kondisi jalur terkini.
“Apalagi kalau malam hari, sepanjang jalur ini gelap karena tidak ada lampu penerangan. Warga sangat berharap pemerintah segera turun tangan. Jangan sampai menunggu ada korban baru perbaikan dilakukan,” tambahnya.
Mendapat laporan dari pemerintah desa (pemdes), tim BPBD kemarin langsung mengecek ke lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan langkah yang akan diambil dalam mencegah terjadinya korban.
“Kami sudah terjunkan tim untuk survei ke lapangan. Dari situ akan diketahui kebutuhan apa saja untuk perbaikan dan mencegah terjadinya longsor susulan,” ujar Kepala BPBD Klaten Sri Winoto. (oh/bun/ida)