MUNGKID– Empat kursi pimpinan DPRD dipastikan akan bergeser. Dua jatah kursi pimwan yang sebelumnya diduki PPP dan Demokrat digeser oleh Golkar dan Gerindra.     
Dua kursi lain yang sebelumnya dimiliki PDI Perjuangan dan PKB dipastikan masih aman. Hal itu menyusul rapat pleno pengumuman hasil pemilihan legislatif oleh KPUD Kabupaten Magelang, kemarin.     
Dari hasil rekapitulasi diketahui, PDI Perjuangan menempati urutan pertama dengan meraih 10 dari 50 kursi yang diperebutkan. Disusul oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra yang sama-sama merebut sembilan kursi, serta Partai Golkar enam kursi.       
Ketua KPU Kabupaten Magelang, Afifudin, mengatakan, keempat partai yang menempati urutan teratas itu berhak menempatkan kadernya di jajaran pimpinan DPRD. “Mengenai penentuan posisi ketua dan wakil ketua, hal itu dikembalikan pada aturan yang dijadikan pedoman,” katanya.       
Bila masih mengacu pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang tentang Susunan Kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD, menurut Afifudin, PDIP ototmatis berhak mendudukkan kadernya di jabatan ketua.        
Sedang PKB, Partai Gerindra dan Partai Golkar, masuk jajaran wakil ketua. “Padahal, undang-undang yang lama itu dikabarkan akan direvisi dan sampai saat ini masih dalam proses penggodogan di tingkat pusat,” tandas Afifudin, usai memimpin rapat plebo yang dihadiri Plt Sekda Agung Trijaya, muspida, Panwaslu, dan pimpinan parpol.     
Empat partai lain yang mampu menempatkan kadernya di parlemen adalah Partai Amanat Nasional (PAN) kebagian lima kursi. Raihan itu sama dengan perolehan kursi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahteran masing-masing mendapat jatah tiga kursi.      
Dalam komposisi keanggotaan periode lima tahun ke depan, akan didominasi wajah-wajah baru. Dari 50 anggota DPRD lama, tinggal 21 orang yang masih bertahan. Sedangkan 29 lainnya merupakan muka-muka baru.       
Sementara itu, ada empat dari 12 partai peserta Pemilu 2014 gagal merebut kursi di daerah ini. Masing-masing, Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Bulan Bintang (PBB), serta Partai Persatuan dan Kesatuan Indonesia (PKPI). (vie/lis)