Biaya Air Bersih Capai Rp 10 M

138

Setiap Hari di Semarang
 
SEKAYU — Biaya kebutuhan air bersih masyarakat Kota Semarang mencapai Rp 10 miliar per hari. Hitungan ekonomis kebutuhan air itu dinilai mahal saat Pemkot Semarang tak mampu menyediakan air bersih secara merata.
”Hitungan itu berdasarkan rata-rata pembelian air bersih masyarakat Kota Semarang yang jumahnya lebih dari 1 juta orang,” kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Tengah, Arif Jayin dalam acara pelatihan masyarakat aliran sungai Selasa (13/5).
Dia menjelaskan, setiap hari masyarakat Kota Semarang mengeluarkan anggaran hingga Rp 7 ribu untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan layak minum. Jika dikalikan dengan jumlah penduduk Kota Semarang yang mencapai 1,3 juta jiwa, maka yang diperlukan mencapai Rp 9,1 miliar. ”Itu belum dihitung dengan pembelian air kemasan untuk konsumsi langsung,” kata Arif.
Menurut Arif, sebenarnya air sungai di Kanal Banjir Barat Kota Semarang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan, meski menurutnya, perlu waktu lama untuk merealisasikan gagasan itu. ”Caranya membangun kesadaran masyarakat di daerah aliran sungai membangun kesadaran terhadap lingkungan bersih dan sehat,” katanya.
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Etty Laksmiwati mengakui saat ini pelayanan pemenuhan air bersih PDAM baru mencapai 58,80 persen atau 146.364 pelanggan. Menurut Etty, kondisi geografis Semarang yang berbukit-bukit menyulitkan pemasangan jaringan pipa. ”Sehingga sebagian masyarakat yang lokasinya di daerah tinggi belum bisa terlayani,” kata Etty.
Ia menjelaskan, cakupan pelayanan air PDAM di Kota Semarang masih rendah dan ditargetkan pada 2015 mampu melayani 63,53 persen. Hambatan lain distribusi air bersih juga masih tingginya tingkat kehilangan air PDAM yang mencapai 49 persen. (zal/ton/ce1)