WONOSOBO – Jumlah bisnis hiburan karaoke di Wonosobo, terus bertambah. Saat ini tercatat sedikitnya 18 lokasi bisnis karaoke, bahkan merambah ke wilayah kecamatan. Dari jumlah tersebut, sebagian besar tidak mengantongi izin, tercatat hanya 6 tempat karoke yang berizin.
Menurut anggota Komisi A DPRD Wonosobo Musodik, pertumbuhan hiburan karaoke di Wonosobo tidak dibarengi dengan pengurusan izin sesuai aturan yang berlaku dalam peraturan daerah.
“Jumlahnya mencapai 18 lokasi. Tapi baru 6 yang mengantongi izin,”katanya saat melakukan evaluasi kinerja eksekutif di kantor DPRD.
Musodik menyebutkan, 18 lokasi hiburan itu, tidak hanya masuk wilayah perkotaan. Namun mulai merambah ke wilayah kecamatan, di antaranya di Kecamatan Garung, Selomerto dan Leksono.
“Satpol PP mempunyai kewajiban untuk menegakkan perda, maka perlu dilakukan peringatan terhadap pelaku bisnis karaoke,”katanya.
Dikatakan, sesuai dengan prosedur, peringatan ada tahapannya dan pendekatannya. Proses perizinan penting dilakukan menyangkut penegakkan perda, serta gangguan lingkungan sekitar karaoke.
Selain bisnis karaoke, kata Musodik, Pemkab juga harus tegas dalam menindak berdirinya tower jaringan seluler. Berdasarkan data yang ada, tiap kecamatan rata-rata berdiri tower dengan jumlah antara 5 sampai dengan 10 tower. Dari jumlah tersebut, 95 persen kontraknya sudah habis.
“Hanya tower bersama yang kontrak izinnya masih berlaku, selain itu sudah habis, maka harus ditindak tegas,” ujarnya.
Dikatakan, tower yang masa kontraknya sudah habis, tidak hanya merugikan pemerintah daerah, karena pendapatan asli daerahnya menurun, tetapi jangka waktu yang sudah lama, akan mempengaruhi kualitas tower yang apabila tidak diawasi bisa berpotensi terhadap bencana.
“Karena tower sudah berdiri lama dan masa izin habis, bisa saja rapuh dan roboh bisa membayakan lingkungan sekitar,” pungkasnya. (ali/lis)