KENDAL—Sebanyak 37 pelajar SMP di Kendal, dipastikan tak lulus ujian nasional (unas) tahun ini. Penyebabnya, mereka tak mengikuti unas susulan yang digelar sejak Senin (12/5) lalu.
Dari 40 siswa yang mangkir pada saat unas 5-7 Mei lalu, hanya 3 siswa saja yang mengikuti ujian susulan. Sisanya mangkir.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kendal, Joko Supratikno, mengatakan, jumlah peserta unas SMP tahun ini 14.461 siswa.
Tertinggi, siswa yang mangkir unas dari MTs Muhammadiyah Ngargosari, Sukorejo, yakni 13 siswa. Sedangkan dari SMP Terbuka Plantungan 15 siswa.  Lainnya, SMP 3 Patean, SMP Terbuka  Pegandon, SMP Azzahro Pegandon, SMP NU Al-Hidayah Kendal dan SMP N I Kaliwungu masing-masing satu orang.
Angka itu masih ditambah dari SMP Terbuka Sukorejo 3 orang. Selain itu, dari MTs Al-Maarif   Huda, MTs Jurang Agung Plantungan dan MTs NU Kangkung I masing-masing satu orang.
“Dari 40 yang mangkir saat unas SMP, hanya tiga yang mengikuti ujian susulan. Lainnya, mengundurkan diri karena keluar sekolah. Kami belum tahu penyebabnya.”
Tingginya angka putus sekolah di Kendal, masih ditambah lagi dengan rendahnya peserta paket B untuk mengikuti ujian.
Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Disdik Kendal, Irianto menambahkan, 25 persen peserta ujian paket B mangkir.
Yakni, sebanyak 122 peserta dari jumlah total 488 peserta. Sedangkan  ujian kesetaraan SMP yang digelar pondok pesantren atau Al-Wusto ada 15 peserta dari 330 orang. “Alasan para peserta tidak mengikuti ujian kesetaraan karena alasan kerja.”
Menanggapi tingginya angka putus sekolah di Kendal, Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono mengatakan, yang menjadi kendala dalam proses pendidikan di Kendal adalah sekolah-sekolah terbuka. Sebab, banyak siswanya yang sudah terdaftar unas, tapi ternyata keluar.
“Tapi, kami akan lakukan sebaik mungkin, agar siswa yang tidak mengikuti unas, bisa mengikuti ujian kejar paket B periode II.” (bud/isk)