15 Pengemis Gelandangan Dijaring Operasi

110

WONOSOBO – Sedikitnya 15 pengemis dan gelandangan kemarin (13/5) terjaring dalam razia. Diduga banyaknya jumlah pengemis dan gelandangan tersebut, merupakan limpahan dari daerah lain. Karena sebelumnya tidak pernah ada, mendadak ramai di sejumlah lokasi di Wonosobo.
Razia  keamanan dan ketertiban, dilakukan tim gabungan Satpol PP, Dinas Kesehatan di bawah koordinasi Dinas Sosial. Petugas menyusuri sejumlah lokasi di jalan protokol Wonosobo, serta pasar Selomerto dan Pasar Kertek. Hasilnya sebanyak 15 gelandangan dan pengemis terjaring razia.
Menurut koordinator pelaksana  kegiatan  Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo Amir Ma’ruf, razia keamanan dan ketertiban di wilayah dalam Kota Wonosobo, Kecamatan Selomerto dan lokasi Pasar Kertek untuk menjaga keamanan ketertiban serta kebersihan kota.
Marankya keberadaan para penyandang masalah sosial menurut Amir, limpahan dari daerah lain. Seperti dari kabupaten tetangga  yang “dibuang’’ ke wilayah Kabupaten Wonosobo.
“Hal tersebut cukup merepotkan Dinas Sosial, meskipun semua itu adalah merupakan tanggung jawab dari pemerintah,” ungkapnya.
Lebih lanjut Amir, menjelaskan para penyandang masalah sosial tersebut selanjutnya ditampung sementara di fasilitas shelter  Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo. Untuk diberikan bimbingan mental agar mampu menjalani  kehidupan yang normal dan layak di tengah–tengah  masyarakat.
“Sedangkan bagi gelandangan yang jelas domisilinya dikembalikan pada kelurganya,” ujarnya.
Dari 15 orang gelandangan dan pengemis yang terjaring petugas, terdapat 1 orang yang menderita sakit. Petugas Dinas Kesehatan segera memeriksa kondisi orang tersebut, dan setelah dicek hanya mengalami sakit ringan.
“Sebelum dimasukan shelter kami pastikan mengetahui kondisi kesehatannya terlebih dahulu,”pungkasnya. (ali/lis)