Sunu dkk Tancap Gas

129

SEMARANG – Ketika tim cewek mereka yang harus terhenti, tim cowok SMA Kristen Satya Wacana Salatiga (Lab School) kemarin mampu tampil mencatat hasil manis di laga perdananya di Honda DBL 2014 Central Java Series – North Region.
Sunu Wicaksono dkk mampu tampil trengginas dengan menyingkirkan tim cowok SMA Nusa Putera Semarang. Di kuarter pertama anak-anak Lab School langsung melejit dengan kemenangan 21-0. Kemudian di kuarter kedua, Lab School masih tidak memberi kesempatan untuk berkembang. Strategi man to man help defense yang diterapkan pelatih Aditya Krisnha sukses meredam Nusa Putera dengan skor 33-4. Begitu juga di kuarter kedua dan ketiga. Lab School semakin menjauh dengan keunggukan 50-4 dan menutup laga dengan kemenangan telak 56-6 pada laga perdana mereka di Knight Stadium sore kemarin.
Forward Lab School, Sunu Wicaksono menjadi bintang di laga kemarin dengan lesakan 12 poinnya. Sementara pelatih Lab School, Aditya Krisnha mengatakan, anak-anak asuhnya kemarin mampu menjalankan strategi yang diinginkannya dengan baik.
“Strategi man to man yang kita inginkan berjalan dengan baik. Anak-anak juga bisa tampil dengan speed tinggi seperti yang kita inginkan. Ya pastinya kami bersukur atas kemenangan ini,” terang Aditya kemarin.
Hanya saja, pihaknya juga mengaku masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi dari pasukannya terutama masalah field goals di free throw mereka yang menurnya masih harus ditambah di laga lanjutan versus SMA Krista Mitra. “Selain itu tim satu kami masih terlihat nerveus, ya mungkin karena pertadingan pertama. Sedangkan tim kedua masih jelek di akurasi terutama ketika memanfaatkan free throw,” pungkas Aditya.

SMA 15 dan Kebondalem Menang

Sementara, laga penutup hari kedua ajang Honda DBL 2014 Central Java Series – North Region kemarin berlangsung tak kalah seru. Tim cowok SMAN 15 Semarang akhirnya memastikan diri untuk melaju ke babak lanjutan setelah tadi malam mengalahkan tim SMAN 10 dengan skor 19-7.
Pelatih SMAN 15 Faisal Firdaus mengatakan, timpangnya komposisi tim pertama dan kedua mereka diakui menjadi problem utama yang menyebabkan field goal mereka minim sepanjang kuarter pertama dan kedua. “Tim pertama kami masih terlihat bingung sehingga gagal berkembang. Ya harus diakui kita sedikit kesulitan untuk meracik komposisi antara tim pertama dan kedua,” kata mantan pemain tim Porprov Kota Semarang itu.
Di laga terakhir tadi malam, SMA Kebon Dalem mampu menang atas SMAN 13 Semarang dengan 55-14. (bas/smu)