Sopir Bus Maut Ugal-ugalan, Dua Tewas

21

SRAGEN–Kecelakaan maut yang menewaskan dua orang di jalur Sragen-Ngawi kilometer 7 Dusun Lemahbang, Sambungmacan, Sragen, ditengarai akibat keteledoran dan aksi ugal-ugalan sopir bus. Peristiwa ini melibatkan antara bus Sugeng Rahayu bernopol W 7744 UY jurusan Surabaya-Jogjakarta dengan truk gandeng bernopol AD 1501 N.
Hal itu terkuak dari hasil kesimpulan anggota Satlantas Polres Sragen usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kemarin. Tidak hanya kecepatan yang mencapai 70 kilometer/jam, sopir bus bernama Nur Wahid, 35, warga Lojejer RT 2/1, Wuluhan, Jember  tu juga diketahui tidak melakukan upaya apapun untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Kapolres Sragen AKBP Dhani Hernando melalui Kasatlantas AKP Nur Prasetyantoro W.U. mengungkapkan, dari hasil olah TKP, tim mendapati fakta bahwa saat kejadian, bus dikemudikan dalam kecepatan di atas rata-rata yakni sekitar 70 kilometer/jam. Hal itu diperkuat
dengan kondisi persneling bus yang pada saat olah TKP menunjukkan ada di posisi lima.
”Kalau melihat posisi persneling ada di 5 perkiraan kecepatan saat itu mencapai 70 kilometer/jam. Kemudian fakta di lapangan juga tidak ada upaya dari pengemudi bus untuk melakukan pengereman sebelum terjadi benturan karena tidak ada bekas pengereman sebelum lokasi tabrakan. Bekas pengereman baru ditemukan sesudah benturan,” papar dia, kepada wartawan.
Atas fakta itu, menurutnya, kecelakaan tersebut murni disebabkan karena kelalaian atau keteledoran sopir bus saat hendak mendahului deretan truk yang ada di depannya. Dikatakan, sopir bus juga tidak memperhatikan situasi arus kendaraan dari arah berlawanan dan
tak mampu menghindari benturan dengan truk dari arah lawan.
Kendati demikian, ia menyampaikan sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya, hingga kemarin seluruh korban penumpang bus maupun saksi-saksi yang mengetahui kejadian belum bisa dimintai keterangan.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD Dr Soehadi Prijonagoro Finuril
Hidayati menyampaikan, hingga kemarin dari 10 korban luka yang sempat dilarikan ke RSUD, empat orang sudah diperbolehkan pulang menjalani rawat jalan. Sedang lima sisanya, termasuk dua orang sopir, masih dirawat intensif.
”Kami tetap utamakan penanganan dulu meskipun sampai hari ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab membayar biayanya. Mungkin nanti akan kami koordinasikan dengan Jasa Raharja,” urainya.
Sementara itu, kondisi sopir truk, Agus Suwarto sudah berangsur membaik. Namun menurut istrinya, Erwin, 29, suaminya siang kemarin dijadwalkan menjalani operasi lutut yang retak dan tempurungnya hilang. Agus sendiri masih bisa berbicara dan menyampaikan jika pada
saat kejadian, bus memang sangat kencang. Dua truk yang ada di depannya sebenarnya sudah menghindar, tapi karena truknya berada di posisi terakhir dan kondisi jalan menikung, sehingga tidak sempat minggir. (in/un/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here