SEMARANG – Tim basket cewek SMA Sedes Sapientiae Semarang memberikan kejutan di Honda DBL 2014 Central Java Series – North Region, di Knights Stadium, Minggu (11/5) siang kemarin. Anak asuh Agustinus Songga Sinasa ini berhasil menekuk salah satu tim favorit di kelompok cewek, SMA Kristen Satya Wacana Salatiga (Lab Shcool) dengan skor tipis 13 – 8.
Laga sengit langsung tersaji di kuarter pertama. Hanya tercipta 7 poin saja dengan kedudukan 4 – 3 untuk Lab School. Sama halnya dengan akhir kuarter kedua, Sedes masih tertinggal 4 – 5. Menyamakan poin di kuarter ketiga dengan skor 6 – 6, Sedes melaju mulus pada kuarter empat dan mengakhiri perlawanan Lab School dengan 13-8.
Kekecewaan terlihat di wajah pemain Satya Wacana yang harus dihentikan Sedes. Padahal Satya Wacana punya track record bagus di Honda DBL tiga tahun terakhir. Di tahun 2010 Satya Wacana di posisi runner up, sementara di tahun 2012 berhasil menembus semi final dengan mengalahkan Sedes. Di tahun 2013, Satya Wacana pun kembali tampil di semi final.
Songga, Pelatih Sedes mengatakan kemenenangan memang sangat pantas diraih timya yang memang bermain bagus. “Kita bermain sangat bagus, defence para pemain juga sangat baik. Serangan balik pun ketika mendapat bola bisa kami maksimalkan,“ katanya.
Dwi Agus Fitriyanto, pelatih Lab School mengungkapkan, egoisme individu membuat banyak kesalahan yang bisa dimanfaatkan oleh tim lawan. “Meteri pemain sebenarnya berimbang, namun rasa ingin menang sendiri dan tidak siap menang yang membuat tim kami kalah,“ ungkapnya.
Basket cewek mempertandingkan tiga laga sepanjang hari kemarin. Sistem knock out di Honda DBL 2014 Central Java Series – North Region membuat tiap tim tampil mati-matian di setiap laga. Salah satu pertandingan seru juga terlihat saat dua tim dari luar Kota Semarang bertanding, kemarin. Yakni SMAN 1 Bae Kudus melawan SMAN 1 Pegandon Kendal.
Tak kalah kualitas teknik, namun akhirnya tim puteri SMAN 1 Bae Kudus harus menyerah dari SMAN 1 Pegandon Kendal dengan skor 27-43. Kuarter SMAN 1 Bae Kudus sempat unggul 10-9. Namun di kuarter kedua, keadaan berbalik hingga Kudus harus menyerah 15-20. Pemandangan seru terjadi di kuarter ke tiga, saling serang silih berganti namun keunggulan tetap dipegang SMAN 1 Pegandon Kendal dengan skor 27-23. Unggul fisik SMAN 1 Pegandon berhasil menyingkirkan lawannya dengan skor akhir 43-27.
Di laga sebelumnya, SMA Kesatrian 2 Semarang harus takluk dari salah satu tim favorit, SMA Theresiana 1 dengan skor sangat 0 – 50. Kekalahan ini tentunya membuat SMA Kesatrian 2 Semarang harus mengubur ambisinya untuk maju ke babak berikutnya. (den/smu)