TEMANGGUNG–Persitema Temanggung yang telah dipermalukan tim tamu di publik sendiri, kini harus menelan pil pahit. Menyusul sejumlah kejadian beruntun menghantam Laskar Bambu Runcing ini.
Diawali dengan kekalahan pada pertandingan pertama putaran kedua yang berakhir dengan kekalahan, serta pertandingan terakhir putaran pertama Divisi Utama PT Liga Indonesia versus Persis Solo yang berakhir serupa. Kini, tim kota tembakau ini menghadapi tiga ancaman serius: kapten, pelatih dan suporter hilang dari lapangan.
Supoter Persitema ‘hilang’ di Stadion Bhumi Phala Temanggung setelah kekalahan pertama versus Persip Pekalongan. Hilangnya para suporter menyebabkan panitia pelaksana (panpel) Divisi Utama PSSI Temanggung menanggung rugi hingga Rp 29 juta.
Ketua Panpel Persitema Temanggung Ripto Susilo mengatakan, tiga laga kandang Persitema di  stadion Bhumi Phala Temanggung   menyisakan kerugian bagi panpel Persitema. Dalam lima kali pertandingan, Persitema untung pada pertandingan melawan Persis Solo lantaran seluruh sisi stadion dikuasai suporter berjuluk Pasoepati itu.
Ia menyebutkan,  dari empat laga kandang tersebut dua di antara saat melawan Persip Pekalongan dan Persipur Purwodadi  jumlah penonton tidak mencapai seribu orang. Kemudian PSIR Rembang jumlah penonton  1.500 orang. Jumlah tersebut jauh di atas rata rata penonton musim lalu yang bisa mencapai 3.000 hingga 5.000 per pertandingan. (zah/lis)