Perampas Motor Masih Gentayangan

98

BERGAS- Kasus perampasan motor kembali terjadi di Jalan Lemah Abang-Bandungan. Kali ini, korbannya Setiyo Utomo, 21, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.
Korban harus rela kehilangan Suzuki FU 150 warna hitam biru nopol BD 3405 EF senilai Rp 19 juta. Motor itu dirampas oleh dua orang tak dikenal.
Peristiwa tersebut berawal ketika korban berencana ke Bandungan. Sekitar pukul 20.00, korban yang berkendara seorang diri sampai di Jalan Rawa Lemah Abang-Bandungan.
Korban berhenti di sebuah toko untuk membeli bensin. Di toko itu, korban sempat beristirahat sembari makan.
Beberapa saat kemudian, korban melanjutkan perjalanan. Nah, di tengah perjalanan, korban dipepet dua pria berboncengan Vixion.
“Saya diblayer-blayer (menarik gas beberapa kali-red). Lalu, saya balik arah, membatalkan rencana ke Bandungan,” tutur korban saat melapor di ruang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Semarang, kemarin.
Korban menduga, pelaku sudah mengincarnya. Sebab, ketika korban berbalik arah, pelaku mengejar dan menghadang laju motornya. Pelaku lantas merampas kunci motor korban. Tak cuma itu. Pelaku juga meminta paksa STNK dan KTP korban.
Diminta paksa STNK-nya, korban menolak. Saat itulah pelaku memaksa korban membonceng motornya. Takut dianiaya, korban menurut. Ia membonceng motor pelaku. Sedangkan motor korban, dikendarai pelaku lainnya.
Korban dibawa hingga pemandian Siwarak, Ungaran. Di lokasi yang sepi, korban ditinggalkan begitu saja. Sedangkan pelaku kabur membawa Suzuki FU 150 milik korban.
Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di lokasi yang sama. Yakni, Jalan Rawa Lemah Abang-Bandungan, Senin 31 Maret 2014 pukul 00.15 WIB. Pelaku sembilan orang bersenjata tajam, berhasil membawa Beat nopol H 4746 JJ setelah membacok korban.
Korban yang terluka adalah Tri Septinanto, 30. Ia menderita luka bacok di kepala. Sedangkan temannya, Adhi Widiarso, 30, menderita luka di tangan kiri. Keduanya warga Klepu RT 06 RW 02, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.
Dua kasus ini masih diselidiki Satuan Reskrim Polres Semarang. Polisi mencurigai, pelaku adalah kelompok yang sama. (tyo/isk)