“Saya pernah usul kepada Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian Indonesia agar Tanjung Emas dipindah ke Kendal saja.”

WIdya Kandi Susanti
Bupati Kendal

Klaim Saingi Tanjung Emas

PELABUHAN Kendal digadang-gadang bakal menjadi saingan terberat Pelabuhan Tanjung Emas. Saat ini, proses pembangunan pelabuhan masih berlangsung.
Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Subarso, mengatakan, pembangunan  pelabuhan masih berjalan. Progress saat ini, pembangunan akses jalan masuk menuju pelabuhan. Dananya, Rp 18 miliar. Jalan masuk yang dulu 4,5 kilometer, kini 1,7 kilometer.
Rencananya, Pelabuhan Kendal—selain untuk kapal penumpang dengan tujuan Kendal—Karimunjawa, juga akan dibangun pelabuhan niaga. Yakni, untuk bongkar muat kapal muatan. “Akhir tahun, pelabuhan kapal penumpang selesai. Selanjutnya, baru akan dibangun pelabuhan niaga,” kata Subarso, kemarin.
Masih menurut Subarso, setelah pembuatan jalan selesai, maka pelabuhan segera dibuka. Selanjutnya, Dishub akan mengoperasikan kapal cepat jurusan Karimunjawa. Rencananya, kapal akan beroperasi dua kali dalam seminggu. “Untuk pelabuhan niaga, rencananya baru mulai bisa dioperasikan pada 2016 mendatang.”
Ia optimistis, keberadaan pelabuhan niaga akan turut mendongkrak kesejahteraan masyarakat Kendal. Warga setempat bisa menjual hasil produksi, baik industri maupun pertanian, perkebunan, dan hasil laut melalui jalur laut.
“Kapal niaga akan memiliki jurusan Kendal-Kumai (Kalimantan Tengah), diharapkan arus ini akan ramai oleh lalu lintas perdagangan, sehingga memberi pemasukan yang lebih untuk Kendal.” Rencananya, Pemkab akan memberi nama Pelabuhan Kendal Mega Seaport.
 Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti menambahkan, dengan adanya pelabuhan niaga, pihaknya yakin akan lebih maju dibandingkan Pelabuhan Tanjung Emas.  Ia mengklaim, Pelabuhan Kendal akan bebas dari rob.
“Saya pernah usul kepada Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian Indonesia agar Tanjung Emas dipindah ke Kendal saja.” (bud/isk)