Padukan Musik dan Teknologi

95

KRANGGAN–Pendidikan musik di Indonesia mengalami perubahan. Dari yang sebelumnya musik tradisional menjadi musik digital. Yakni, musik yang dikombinasikan dengan teknologi. Hasilnya, terciptalah musik yang modern dan disukai banyak orang. Hal tersebut diungkapkan pendiri Sekolah Musik Indonesia (SMI) Hanny Setiawan saat soft opening SMI Semarang di Jalan Gang Pinggir Semarang, Sabtu (10/5). SMI tersebut merupakan outlet ke-8 yang didirikannya di seluruh Indonesia.
Hanny membeberkan, musik teknologi merupakan metode pembelajaran seni musik terbaru di Indonesia. Karena memanfaatkan lab komputer untuk belajar. Selain itu, kata dia, dengan adanya sistem pendidikan yang berjenjang, menjadikan peserta akan terus berkembang dalam mendalami musik. “Kami tidak hanya mengajarkan hard skill, tetapi juga soft skill,” ungkapnya kepada Radar Semarang.
Hanny mengklaim, pendidikan yang ada di SMI merupakan pendidikan berbasis riset. Karena itu, kurikulumnya juga disesuaikan dengan perkembangan anak secara komprehensif. Guru hanya bertindak sebagai fasilitator, sedangkan murid bebas mengekspresikan kemampuannya lebih dalam lagi. “Sehingga mereka benar-benar menjadi musician. Ini yang disebut life long education,” katanya didampingi owner SMI Semarang Sielvy Megawaty.
Danny berharap, ke depannya dapat mencetak generasi Indonesia yang lebih baik. Sehingga dapat mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional. “Meski begitu, kami juga tidak melupakan musik tradisional. Sebab, di dalamnya juga ada penekanan hal itu,” tegasnya. (fai/aro)

Tinggalkan Komentar: