Nongkrong Dibacok, Motor Dirampas

12

BARUSARI – Pelaku perampasan sepeda motor kembali beraksi di Kota Atlas. Kali ini, korbannya Mohhamad Angga, 30, warga Jalan Plombokan, Semarang Utara dan Mulyadi, 24, warga Solo. Keduanya dibacok saat sedang nongkrong di depan Wisma Perdamaian kawasan Tugumuda, Minggu (11/5) sekitar pukul 04.00. Tidak hanya itu, tiga pelaku juga membawa kabur motor Yamaha Vega R bernopol H 3732 MW milik Angga.
Kejadian bermula ketika Angga dan Mulyadi nongkrong menghabiskan malam Minggu di dekat Tugu Muda sekitar pukul 02.00. Dua jam ngobrol, tiba-tiba datang tiga pemuda dengan menggunakan Honda Blitz warna putih. Pelaku lantas menghampiri dan membacokkan senjata tajam ke arah kedua korbannya. ”Tiba-tiba mereka turun dan menyabetkan sanjata tajam secara membabi buta,” kata Angga.
Mendapati itu, Angga berlari ke arah barat, sedangkan Mulyadi berlari ke arah utara. Saat mereka lari, dua pelaku masih terus melakukan pengejaran sampai sekitar 50 meter. Parahnya, Angga masih belum mengambil kunci motor yang tertempel di motor. ”Dari jauh saya melihat pelaku membawa kabur motor. Padahal itu baru saya beli 3 bulan lalu Rp 14 juta. Angsurannya Rp 400 ribu sebulan,” imbuhnya.
Dua korban ini tidak mengira jika akan berakhir seperti itu. Sebab, biasanya saat nongkrong tidak pernah terjadi masalah. Kondisi sekitar pun relatif ramai, apalagi malam Minggu. ”Saat pelaku datang, dalam pikiran saya hanya lari. Soalnya mereka membawa senjata tajam,” tambah Mulyadi.
Nasib serupa juga dialami Jaspon, 30, warga Jalan Sentiaki, Semarang Utara serta Supriyanto, 33, warga Jalan Erowati Semarang Utara. Keduanya mengalami luka bacok dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Mereka dikeroyok dan dibacok sembilan pelaku perampas bersenjata tajam di Jalan Indraprasta, persisnya di depan Hotel Siliwangi, Semarang Barat, Minggu (11/5) sekitar pukul 01.00. ”Keduanya masih opname di Rumah Sakit Kariadi karena luka bacok yang parah,” kata kakak Supriyanto, Endri Agus Santoso, 43.
Kejadian itu bermula ketika Jaspon dan Supriyanto nongkrong di depan Hotel Siliwangi. Mereka sempat bermain handphone sembari mengobrol. Tiba-tiba datang tiga pelaku berboncengan memakai satu sepeda motor dan meminta paksa handphone korban. ”Adik saya sempat mempertahankan dan terjadi perkelahian dua lawan tiga,” imbuhnya.
Tanpa disangka, datanglah enam pelaku lain yang sudah stand by. Parahnya pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam dan membacokkan ke arah korban. Tak ayal, dua korban karena kalah jumlah hanya bisa melawan dan hanya terdiam. Keduanya pun mengalami luka bacok di kepala, tangan dan tubuh.
”Beruntung ada warga, dan pelaku bisa kabur. Adik saya dan temannya langsung dilarikan di ke rumah sakit,” tambahnya. Dua kasus ini lantas dilaporkan ke polisi. Kasus ini masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polrestabes Semarang. (fth/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here