Minim Tenaga Apoteker

27

GAJAHMUNGKUR — Jumlah tenaga apoteker di wilayah Jateng ternyata sangat minim. Padahal pada 2015, apoteker Indonesia akan bersaing dengan luar negeri dalam ASEAN Free Trade Area (AFTA).
“Kekurangan tenaga apoteker ini disebabkan sedikitnya lembaga pendidikan tinggi kefarmasian yang menghasilkan tenaga apoteker. Padahal, masifnya perkembangan apotik, Puskesmas dan rumah sakit, membutuhkan tenaga apoteker lebih banyak lagi,“ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Pungky Samhasto saat membuka Seminar Nasional dan Konferensi Daerah (Konverda) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) bertema ’Pengokohan dan Pemantapan Apoteker Sebagai Tenaga Profesi Mandiri Menuju AFTA 2015’, di Hotel Patrajasa Semarang, Sabtu (10/5) kemarin.
Karena itulah, Pungky berharap, lembaga pendidikan kefarmasian Jateng terus meningkatkan kualitas, kuantitas dan kompetensi lulusan kefarmasian. Terutama lulusan yang profesional dan mandiri dalam memberikan pelayanan kefarmasian. (den/ida/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here