KENDAL—Perbaikan jalur pantura dengan sistem betonisasi– selain mengakibatkan kemacetan—ternyata menyebabkan usaha warga terganggu.
Sejumlah warga mengklaim terpaksa menutup usahanya selama perbaikan jalan. Sebab, warung milik mereka sepi pembeli, akibat jalan tidak bisa dilalui.
Kondisi tersebut, terjadi di Kebonharjo, Patebon. Tepatnya, di titik 29.800-32.700 arah Kendal-Semarang.  Belasan tempat usaha, mulai rumah makan, jasa bengkel, jasa cuci pakaian, pusat jajanan dan oleh-oleh harus tutup karena sepinya konsumen.
Widodo, 51, pemilik jasa bengkel radiator mengaku sudah satu pekan ini sepi order. “Jika normal, hari-hari biasa bisa 35-50 radiator masuk ke jasa bengkel radiator saya. Tapi, selama perbaikan (jalan) ini sepi.” Menurut dia, hampir 3 minggu ini, jasa servis radiator miliknya sepi order.’
Hal senada disampaikan oleh Ahmad Tantowi, pemilik usaha rumah makan. Ia mengklaim terpaksa meliburkan karyawan dan menutup rumah makannya, lantaran jalan yang diperbaiki, tidak bisa dilalui kendaraan.
“Ada penyempitan jalan, yakni dua lajur arah Kendal-Semarang ditutup. Sementara dua lajur Kendal-Jakarta dibagi dua, yakni untuk arah kendaraan menuju barat dan ke timur. Praktis, pemilik usaha di utara jalan sepi dan menutup usahanya.”
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Semarang Dinas Bina Marga Provinsi Jateng, Eddy Soetarno, mengatakan, proyek tersebut sudah dimulai pada pertengahan Maret. Anggaran yang dikucurkan Rp 24,5 miliar.
“Proyek ini bertahap dan satu paket. Tapi selama puasa atau H-30 Lebaran, meski belum jadi, tapi semua lajur harus sudah bisa dilalui.”
Ia memahami kondisi warga yang menutup usahanya karena ada perbaikan jalan. Ia meminta warga bersabar, karena perbaikan jalan  tersebut merupakan proyek pemerintah yang harus diselesaikan. (bud/isk)