60 Persen
Soal Terjawab

BARUSARI–Aparat Reskrim Polrestabes Semarang masih mendalami kasus temuan kunci jawaban ujian nasional (unas) tingkat SMP/MTs dan sederajat di Kota Atlas. Saat ini, penyidik fokus untuk memburu seorang guru SMP berinisial Sw, 43, warga Grobogan. Sw ini menurut pengakuan dua guru yang dimintai keterangan merupakan orang yang pertama memberikan kunci jawaban tersebut.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto mengatakan, setidaknya sudah delapan saksi dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Mereka adalah lima siswa SMA yang hendak mengedarkan kunci jawaban, serta dua oknum guru Madrasah Aliyah (MA) di Kebonagung Demak berinisial Nh, 50, dan guru Madrasah Tsanawaiyah (MTs) di daerah Mranggen, Demak berinisial Ad, 22. Selain itu, seorang petugas fotokopi di Jalan Fatmawati, Pedurungan, berinisial St.
“Dari pemeriksaan, dua oknum guru tersebut mengaku mendapatkan kunci jawaban dari Sw. Ini yang masih kami kembangkan,” katanya kepada Radar Semarang.
Dari pemeriksaan sementara, sebagian jawaban memang benar. Tapi, dari sekian pertanyaan ternyata hanya 60 persen yang sudah dijawab. ”Jadi, belum semua pertanyaan dalam naskah soal unas mata pelajaran IPA itu dijawab di kunci jawaban,” tandasnya.
Pihaknya menegaskan akan melakukan pendalaman lebih jauh terkait penemuan 155 lembar kunci jawaban unas tersebut. “Belum diketahui apakah ini membocorkan rahasia negara atau hanya penipuan. Yang jelas ini sudah melanggar hukum,” tegasnya.
Dikatakan, lima siswa SMA yang sempat diamankan ternyata hanyalah sebagai pengedar kunci jawaban itu. Mereka adalah Ag, Pd, Hi, Dr, dan As. Mereka diamankan di lokasi fotokopi Jalan Fatmawati, Kamis (8/5) pagi sekitar pukul 05.00 lalu.
Kelima siswa SMA itu mengaku baru pertama kali melakukan aksi jual-beli kunci jawaban unas tersebut. Meski begitu, Wika tidak percaya dan akan menindaklanjuti. “Jadi kunci jawaban didapatkan dari Grobogan. Di Semarang hanyalah tempat untuk menjual. Satu kunci dijual antara Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta,” katanya.
Seperti diberitakan kemarin, pelaksanaan ujian nasional (unas) tingkat SMP/MTs dan sederajat di Kota Semarang diwarnai beredarnya kunci jawaban. Ini setelah aparat Satuan Reskrim Polrestabes Semarang berhasil mengungkap penyebaran 155 lembar kunci jawaban unas SMP/MTs dan sederajat di Kota Atlas, Kamis (8/5). Ironisnya, penyebaran kunci jawaban unas itu diduga melibatkan dua orang guru dan lima siswa SMA. Kabarnya, mereka hendak menjual kunci jawaban tersebut seharga Rp 1, 5 juta sampai Rp 3 juta per lembar. (fth/aro)