Dikeroyok Lima Berandal Jalanan

127


BARUSARI — Gara-gara tidak bisa bahasa Jawa kromo inggil, Rizal Rizky, 23, mengalami nasib sial. Warga Kalipancur, Ngaliyan ini dikeroyok lima pemuda tak dikenal saat nongkrong di Jalan Erlangga, Semarang Barat, Minggu (11/5) dini hari. Muka Rizal pun babak belur dan sekujur tubuhnya mengalami lebam-lebam.
Penganiayaan bermula ketika Rizal hendak menjemput temannya yang bekerja di Miss Locus, Jalan Erlangga, bernama Pinky. Sampai di lokasi, ia bertemu dengan lelaki dan diajak ngobrol. Keduanya sempat terlibat perbincangan lama, hingga akhirnya Rizal ditawari menenggak minuman keras (miras). ”Karena tidak ingin menyinggung, saya minum. Cuma sekali,” aku Rizal melapor.
Sang lelaki yang menawarinya, ngobrol dengan menggunakan bahasa Jawa kromo. Sedangkan Rizal hanya menggunakan bahasa Jawa sehari-hari. Saat itulah, tiba-tiba didatangi seorang tukang parkir. ”Kamu tidak tahu bicara dengan siapa? Hati-hati kamu. Omongan kamu tidak sopan,” imbuh Rizal menirukan ucapan sang tukang parkir.
Rizal mengaku tidak bisa berbahasa Jawa kromo. Belum sempat menjawab tiba-tiba pemuda yang menjadi tukang parkir langsung memukulnya. Prakk! Pukulan pertama persis mengenai muka dan membuat Rizal jatuh tersungkur. ”Saya kaget, tiba-tiba dipukul. Padahal hanya gara-gara tidak bisa bahasa Jawa kromo,” tambahnya kesal.
Di luar dugaan, empat lelaki yang merupakan teman tukang parkir itu ikut nimbrung. Mereka memukul, menendang dan mengeroyok Rizal. Ia yang seorang diri hanya bisa terdiam tanpa melakukan perlawanan. ”Sedangkan lelaki yang sempat mengajak ngobrol pergi, tidak ikut memukul. Saya dikeroyok ramai-ramai,” tambahnya. Puas melampiaskan amarah, lima berandal tersebut kabur meninggalkan lokasi.(fth/ida/ce1)

Tinggalkan Komentar: