UNGARAN- Data kependudukan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diduga tidak valid. Setelah dilakukan pemutakhiran data dan pengecekan lapangan, data pemilih pemula pilpres di 2014 di Kabupaten Semarang hanya 8.000 orang saja.
Sebelumnya, Kemendagri menyampaikan kepada KPU setempat bahwa data pemilih pemula pilpres sebanyak 11.123 orang. “Jumlah tersebut malah bisa saja turun, setelah pemutakhiran data lagi,” tutur Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan, Minggu (11/5) siang.
Data KPU Kabupaten Semarang mencatat, 8.000 pemilih pemula tersebut, masuk daftar pemilih sementara (DPS) pilpres. Ditambah DPT pemilu legislatif lalu, sebanyak 744.958 orang. Sedangkan jumlah TPS pilpres masih mengacu jumlah TPS pelaksanaan pemilu legislatif lalu, 2.103 TPS.
“TPS bisa regrouping, sehingga jumlahnya bisa dikurangi. Seperti di Kabupaten Semarang ini, dalam pemilu legislatif lalu ada 2.103 TPS. Itu bisa dikurangi minimal 800 TPS dan tiap TPS jumlah pemilihnya antara 500-600 orang.”
Untuk melakukan regrouping TPS, harus dilakukan kajian, melihat kondisi geografis. Sebab, di Kabupaten Semarang, sebagian  besar berada di wilayah pinggiran. “Jadi belum bisa diketahui jumlah pasti TPS-nya, karena kita harus mengkaji dulu.” (tyo/isk)