7 Warga Masih Mengungsi

112

MUNGKID– Tujuh warga Dusun Wonolelo Desa/Kecamatan Bandongan masih tinggal di pengungsian, sejak rumahnya disapu puting beliung akhir pekan kemarin. Rumah mereka luluh lantak rata dengan tanah.     
Tujuh orang itu berasal dari dua keluarga. Mereka mengungsi di rumah saudaranya.  Maryamah, 30, salah satu keluarga terpaksa harus menginap di rumah saudaranya bersama 3 anggota keluarganya. Keluarganya menempati kamar berukuran 3×4 meter.  Hal itu membuat keluarga itu terpaksa tidur seadanya di ruangan sempit. Himpit-himpitan.       
Menurut Maryamah, rumahnya porak poranda diterjang puting beliung. “Sekarang sedang diperbaiki,” katanya. Artanto, 30, korban lainnya juga merasakan hal serupa. “Semoga pemerintah segera memperhatikan. Saya berharap rumah dapat dibangun seperti semula,” pinta Maryamah.       
Kepala Dusun Dukuh Wonolelo, Pangadi menyatakan kejadian puting beliung kali ini merupakan ulangan lima tahun lalu. Tapi tahun ini yang lebih parah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Sujadi menyatakan, bantuan terus diberikan kepada korban bencana. Bahkan, bantuan tambahan telah dikirim. Di antaranya bantuan dari PMI, Dinas Tenaga Kera Transmigrasi dan Sosial serta BPBD sendiri.     
“Bantuan yang telah diberikan di antaranya berupa sembako, selimut, tikar, peralatan dapur, dan family kit. Tidak ketinggalan kami juga memberikan bantuan berupa seragam sekolah bagi anak-anak,” jelas Sujadi, Sabtu. 
Seperti diketahui, bencana angin putting beliung menerjang 4 dusun di Desa Bandongan dan Sukodadi Kecamatan Bandongan. Bencana itu tersebar di Dusun Dukuh Wonolelo, Desa Bandongan. Sedangkan kerusakan lainnya tersebar di Dusun Tritib (Desa Sukodadi), Kalisalak, dan Kliwonan (Bandongan).
Dari pendataan terakhir, terdapat 139 rumah rusak. Secara rinci, rumah dengan kategori rusak ringan 71 rumah, rusak sedang 59 dan rumah rusak berat ada 7. Sementara 2 rumah rata dengan tanah. (vie/lis)