Targetkan Rp 3 M, Gerai Oleh-Oleh Perkuat Brand

95

Tingkatkan Perekonomian, Pemdes Borobudur Dirikan BUMDes

Pemerintah Desa Borobudur menargetkan pendapatan Rp 3 miliar dari kunjungan wisatawan Candi Borobudur. Salah satunya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Graha Mandala Borobudur yang membangun gerai oleh-oleh.

Gerai oleh-oleh tersebut menyediakan makanana khas produksi warga Borobudur. Hal ini diharapkan akan memperkuat brand Candi Borobudur. Adapun makanan yang disediakan di antaranya brownis ketela, keripik talas, keripik pisang, dodol pepaya, rempeyek cetho dan lainnya.
“Setahun ada tiga juta wisatawan, jika satu pengunjung membayar tiket Rp 1000 saja maka ada pendapatan Rp 3 miliar. Dengan pendapatan ini tidak akan ada lagi anak putus sekolah di Borobudur,” kata Kades Borobudur Suherman usai peresmian gerai oleh-oleh dan peletakan batu pertama pembangunan rest area Borobudur, kemarin.
Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Pemdes Borobudur mendirikan BUMDes Graha Mandala. BUMDes ini mengelola toilet dan kereta wisata dengan hasil tiga kali lipat ADD Desa Borobudur.
“Kami harapkan pusat oleh-oleh ini mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Wisawatan di manapun selalu mencari makanan khas daerah,” kata Sekretaris Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lokot Ahmad Endah saat meresmikan gerai oleh-oleh tersebut.
Lokot menilai agar kawasan Borobudur bisa berkembang maka pertumbuhan ekonomi kreatif harus didorong. Untuk itu, ia meminta pelaku seni, pelaku pariwisata dan pemerintah bisa bersinergi, saling kerja sama, bekerja keras dan berkoordinasi dengan baik.
Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Laily Prihatiningtyas mengatakan pembangunan gerai oleh-oleh khas Borobudur ini merupakan model yang sangat baik dalam pengembangan kawasan Borobudur.
“Kami bangga dengan BUMDes Graha Mandala. Semoga bisa diterapkan desa lain,” kata dia. (vie/lis)