Per Tahun, Sawah Berkurang 100 Ha

96

KENDAL—Kondisi lahan persawahan di Kendal semakin kritis, akibat alih fungsi  lahan menjadi permukiman. Per tahun, lebih dari 100 hektare (ha) luas sawah, beralih fungsi menjadi perumahan, rumah toko, maupun bangunan lainnya.
Dari 28 ribu ha luas lahan sawah di Kendal, kini hanya tersisa sekitar 26 ribu hektare saja.
“Pengurangan lahan sawah memang tinggi, karena alih fungsi menjadi bangunan. Rata-rata per tahun mencapai 100 hektare,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kendal, Pratono, kemarin.
Alih fungsi lahan sawah menjadi permukiman, menurut Pratono, berdampak pada hasil panen padi di Kendal setiap tahun. Yakni, mencapai 5,8 kuintal per tahun. “Asumsinya, hasil panen padi hektare adalah 58 ton. Jadi tinggal dikalikan 100 saja, hasilnya ada 5.800 ton.”
Dari jumlah lahan tersebut, tertinggi adalah sawah yang beralih fungsi menjadi perumahan. “Maka dari itu, perlu ada pembatasan izin perumahan yang membangun dengan menerabas sawah. Jika dibiarkan, maka lahan sawah di Kendal akan semakin sedikit.”
Berdasarkan Perda Nomor 13 Tahun 2013 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) di Kendal, luas lahan sawah yang harus dipertahankan adalah 22.666 hektare.
“Kalau perumahan atau perusahaan bisa dikendalikan, karena pasti mengajukan izin. Artinya, izin perumahan yang menerabas lahan sawah yang dipertahankan sesuai PLP2B, maka pasti akan kami tolak,” akunya.
Kesulitannya, klaim Pratono, adalah di tingkat warga perorangan. Sebab, banyak warga yang membangun rumah di area persawahan tanpa izin. (bud/isk)