Laga Penuh Gengsi

95

SEMARANG–Skuad PSIS Semarang Sabtu (10/5) sore ini bakal kembali melakoni laga lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014. Kali ini, tim Mahesa Jenar akan menjamu tim Persiku Kudus di Stadion Jatidiri Semarang. Jika dilihat dari rekor pertemuan kedua tim musim lalu, PSIS sebenarnya masih lebih unggul. Hanya saja, PSIS pernah memiliki memori pahit saat ditahan imbang Persiku 0-0 di Stadion Jatidiri pada laga putaran pertama Divisi Utama Liga Indonesia 2013 lalu. Meski demikian, pada putaran kedua saat itu, PSIS justru menang tipis 0-1 di Stadion Wergu Wetan Kudus yang merupakan markas tim berjuluk Macan Muria tersebut.
Musim ini, kedua tim juga sama-sama belum terkalahkan. Anak-anak PSIS bertekad untuk menjaga winning streak mereka setelah Fauzan Fajri dkk berhasil menang di lima laga yang telah dilakoni di kompetisi kasta kedua dengan raihan poin sempurna, 15 poin. Sedangkan Persiku musim ini juga kembali menjadi tim yang patut diperhitungkan di grup 4.
Tim asuhan Agus Riyanto tersebut belum terkalahkan di lima laga terakhir. Tercatat, Persiku bermain imbang dua kali di kandang sendiri dengan skor 0-0 ketika menjamu Persipur dan PSIR. Kemudian di dua laga away Persiku berhasil menahan imbang 1-1 Persip Pekalongan dan 3-3 di kandang PPSM Magelang. Terakhir, Junaidi dkk berhasil meraih hasil positif dengan mengalahkan Persitema Temanggung 2-0 di Stadion Wergu Wetan.
Praktis, duel sore ini akan menjadi pembuktian kualitas racikan kedua pelatih yang sama-sama asal Semarang. Yakni, Eko Riyadi di kubu PSIS dan Agus Riyanto di kubu Persiku. Kedua pelatih itu sama-sama berhasil menghadirkan ruh permainan tim ketika membesut Persitema dan Persip Pekalongan musim lalu.
”Lawan Persiku adalah pertandingan kandang terakhir kami di putaran pertama. Target kami adalah menyapu bersih semua pertandingan kandang. Kami juga berharap anak-anak tetap fight tidak merasa puas dengan hasil lima kemenangan kemarin, sehingga bisa tetap maksimal lawan Persiku,” kata Manajer PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto kepada Radar Semarang.
Dari sisi kekuatan kedua tim, musim ini Persiku memiliki aktor produktivitas gol, yakni Gakau Amado. Bomber 23 tahun berpaspor Mali itu saat ini sudah mampu mengoleksi lima gol dari lima laganya bersama Persiku. Sedangkan di kubu Mahesa Jenar, saat ini arsitek Eko Riyadi masih menunggu kondisi terakhir pasca cideranya bomber asal Argentina, Julio Alcorse yang juga telah mengoleksi lima gol bersama PSIS. ”Kita tunggu kondisi Julio hingga menjelang pertandingan besok (hari ini, Red), tapi kalau memang kondisinya tidak bisa dipaksakan, kami juga masih punya Hari Nur untuk turun sebagai starter,” ujar Eko
Riyadi.
Di kubu Persiku, pelatih Agus Riyanto mengatakan, saat ini timnya telah benar-benar siap untuk bertempur menghadapi laga sarat gengsi bagi kedua tim. Yang perlu disiapkan dari timnya, kata pelatih yang juga pernah berkostum PSIS ini adalah mental bertanding anak-anak asuhannya ketiga berlaga di bawah tekanan ribuan penonton tuan rumah.
“Yang paling kita siapkan adalah mental bertanding anak-anak, karena kita tahu secara kualitas PSIS berada di atas Persiku, apalagi mereka bermain di kandang. Yang jelas asal semua berjalan dengan rule game, pertandingan ini mau kita menang, seri, atau kalah akan menjadi kepuasan tersendiri,” kata Agus Riyanto. (bas/aro)