Juga Lukai 10 Penumpang



SRAGEN-Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Sragen-Ngawi, tepatnya
di Desa Lemahbang, Sambungmacan, kemarin (9/5). Kejadian itu mengakibatkan dua nyawa melayang dan 10 penumpang luka-luka. Dua korban meninggal yaitu kenek bus PO Sugeng Rahayu Sugihartono, 37, warga Ngadirejo, Kedunggalar, Ngawi dan balita Hildan Sandi Juliansah,2, asal Kedunggalar, 01 Ngawi.
Informasi di lokasi kejadian, peristiwa tabrakan terjadi sekitar pukul 10.00 saat Bus Sugeng Rahayu Nopol W 7744 UY yang dikemudikan sopir Nur wahid, 27, warga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember, Jatim melaju kencang dari arah Surabaya menuju Sragen.
Sesampai di lokasi kejadian, bus diduga berusaha mencoba menyalip tiga truk di depannya. Mendadak, dari arah berlawanan muncul tiga truk berjajar. Dua truk lain berhasil dihindari, tetapi sopir bus akhirnya tidak bisa menghindari truk pengangkut sampah dengan Nopol AD 1501 N yang dikemudikan Agus Suwanto,32, warga Manding, Desa Mojoroto, Karangmalang di barisan terakhir.
Benturan keras tak bisa dihindari. Pengemudi bus berusaha banting setir ke kiri. Seketika laju bus tidak terkendali hingga menabrak pohon dan tiang listrik. Bus baru berhenti setelah nyungsep di parit, di bibir jalan raya.
Saksi mata Siti Aisyah, warga Bogor, yang duduk di belakang sopir menyatakan, bus jalan kencang, dengan melaju zig-zag. Lantas saat itu, bus menyalip tiga truk di depannya. Namun dari arah berlawanan juga melaju tiga truk.
“Setelah dua terlewati, bus akhirnya menghantam truk yang terakhir. Setelah tabrak bus oleng ke kiri nabrak pohon dan masuk parit,” ucap Siti Aisyah yang
masih terlihat shock di RSUD Sragen, kemarin.
Menurut Siti, sebenarnya sejak awal berangkat dari Surabaya, para penumpang sudah memperingatkan sopir bus untuk berjalan hati-hati. “Namun peringatan itu tidak digubris dan sopir masih memacu kencang dan kerap berjalan zig zag,” imbuhnya.
Sementara akibat kecelakaan itu, kernet bus Sugihartono yang kebetulan
berdiri di sebelah kiri tewas setelah tubuhnya ikut menghantam truk dan pohon. Begitu juga dengan balita Hildan Sandi Juliansah, 2, yang saat kejadian dipangku ibunya Sumini, 30, warga Kedunggalar, Ngawi. Saat kejadian, keduanya duduk di barisan kursi penumpang sebelah kiri.
Sedangkan sopir truk, Agus Suwanto saat ini masih dalam keadaan kritis dan menjalani perawatan medis bersama enam penumpang bus lainnya. Dokter RSUD Sragen dr Finuril Hidayanti mengatakan, Sumini ibu korban Hildan juga alami luka parah, dan cedera bagian kepala. Sedangkan korban lain, rata-rata patah tulang dan cedera kepala. “Petugas terus berupaya melakukan pertolongan secepatnya terhadap para korban kecelakaan. Para penumpang bus sebagian berasal dari luar kota, hingga saat ini belum ada kerabat pasien rawat inap yang menjenguknya,” papar Finuril.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Nur Prasetyantoro membenarkan adanya kejadian tersebut. Selain melakukan penyelidikan di lokasi kejadian, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi. “Beberapa saksi sudah dimintai keterangan, namun untuk sopir bus belum bisa karena yang bersangkutan masih dalam perawatan medis,” ujarnya.
Lebih jauh Nur mengatakan, saat ini belum ada tersangka terkait kejadian tersebut. Namun demikian, pihaknya menyatakan bahwa peristiwa kecelakaan diduga akibat sopir bus berusaha mendahului kendaraan di depannya.
(in/mas/ida)