Berkas Penipuan Koperasi Masuk ke Jaksa Penuntut

91

KALIBANTENG KULON – Perkara kasus dugaan penipuan investasi dengan tersangka Direktur Utama (Dirut) Koperasi Titian Rizki Utama, Sri Rejeki, 45, masuk ke penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang. Berkas perkara yang bersangkutan dinyatakan lengkap dan telah dilimpahkan oleh penyidik Polrestabes Semarang.
Kepala Kejari Semarang Abdul Azis didampingi Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara ini, Betania mengatakan, terdakwa dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penipuan dan pasal 378 KUHP tentang penggelapan. “Sementara masih satu tersangka dan kembali kami tahan,” jelasnya, Jumat (9/5).
Azis membeberkan, modus penipuan yang dilakukan terdakwa adalah menarik nasabah untuk berinvestasi dan dijanjikan akan diberikan bunga tinggi atas investasi yang ditanam. Awalnya pembayaran keuntungan berjalan lancar. Namun belakangan, setelah dana terhimpun banyak, pengembalian macet. “Dalam kasus itu dikatakan ada ratusan korban. Namun dalam berkas hanya disebut tiga korban saja yang melaporkan,” ungkapnya.
Kerugian dalam kasus itu diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,4 miliar. Nilai investasi rata-rata ratusan juta rupiah. “Untuk tiga korban dengan kerugian Rp 500 juta,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Sri Rejeki ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan berkedok investasi oleh Satreskrim Polrestabes Semarang, 9 Januari 2014. Ia ditangkap setelah sejumlah nasabah koperasi tersebut melapor ke polisi karena merasa tertipu.
Korban yang telah melapor adalah Ny Tirto, 47, warga Puri Anjasmoro, Tawangsari, Semarang Barat yang menanggung kerugian Rp 440 juta; Mujiono, 48, tertipu sebesar Rp 320 juta; dan Tjahtjanti, 63, warga Mlatibaru, Semarang Timur, menderita kerugian Rp 290 juta. (fai/ton)

Tinggalkan Komentar: