137 Rumah Rusak Diterjang Angin

106

MUNGKID– Bencana angin puting beliung atau yang akrab dikenal angin puyuh kembali menerjang sebagian wilayah Kabupaten Magelang, kemarin (8/5) petang. Kali ini angin datang lebih besar dan merusak ratusan rumah dan bahkan ada yang roboh.
Angin berputar itu melanda wilayah Desa Sukodadi dan Desa/Kecamatan Bandongan. Radar Semarang melaporkan sedikitnya ada 137 rumah rusak. “Ada yang rusak berat dua rumah, roboh dua rumah, rusak sedang dua rumah, dan rusak ringan 131 rumah,” kata Kepala BPBD Kabupaten Magelang Sujadi, kemarin. Kerusakan terparah ada di Dusun Wonolelo Desa Bandongan. Sedangkan kerusakan lainnya tersebar di empat dusun yakni Dusun Tritib, Kalisalak, Dukuh, dan Kliwonan.
Menurut sejumlah warga, angin datang sekitar pukul 17.00 sore. Cuaca sangat mendung. “Dari arah timur tiba-tiba anginnya kencang sekali. Berputar-putar dengan suara keras,” kata Maryamah, 30, salah satu saksi mata. Angin berlangsung sekitar 10 menit. Angin itu kemudian menghempaskan benda-benda yang dilewatinya. Genting beterbangan pohon tumbang.
Bahkan, dua rumah milik Tomi, 34 dan Artanto, 30, warga Dusun Wonolelo, rata dengan tanah. Rumah mereka terbuat dari kayu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya saja seorang warga dilaporkan tertimpa genting dan hanya menderita luka ringan. Dua anak sempat terhempas angin sejauh dua meter.
“Saya langsung berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju sawah dekat rumah kemudian tiarap sambil menggendong anak terkecil. Anak saya yang nomor dua bahkan sempat terpental dua meter karena terbawa angin,” kata ibu tiga anak itu.
Meski tidak mengalami luka, namun istri Tomi itu mengaku masih trauma sampai sekarang. Untuk bisa beristirahat dan tidur, sementara waktu dia menumpang di rumah orang tuanya yang berada tidak jauh dari rumahnya yang roboh.
Bupati Magelang Zaenal Arifin yang meninjau lokasi mengatakan pihaknya terus memberikan bantuan kepada korban bencana. “Sementara bantuan berupa bahan pokok makanan dan nonmakanan,” kata Bupati Magelang, Zaenal Arifin di sela- sela meninjau lokasi, kemarin.
Kemudian, Pemkab Magelang akan memberikan bantuan dana bagi warga yang rumahnya roboh sebesar Rp 5 juta, sedangkan rumah rusak ringan dan sedang maksimal Rp 4 juta.
Pihaknya juga membantu kebutuhan logistik bahan makanan serta peralatan darurat. Seperti tenda, alat dapur, dan tenaga atau personel untuk membantu warga dengan dibantu dari beberapa komunitas relawan. Salah satunya dari Guruh Merapi. “Kita berencana membantu di lokasi bencana selama tiga hari hingga Minggu (11/5) besok,” kata koordinator relawan Guruh Merapi, Batman. (vie/lis)