MAGELANG– Kebutuhan dunia pendidikan terhadap guru agama cukup tinggi di tengah makin minimnya peminat. Untuk itu, Universitas Muhammadiyah Magelang mulai mendesain kurikulum baru yang lebih inovatif dan modern.
“Selama ini calon mahasiswa  lebih tertarik menjadi guru mapel umum dibanding guru agama (Islam). Padahal tingkat kebutuhan guru agama masih sangat tinggi di negeri ini karena masih kurang dari jumlah yang tersedia,” kata Dekan FAI UMM, Imam Mawardi, kemarin.       
Bersama seluruh dosen dari tiga program studi (prodi) yang ada di FAI, pihaknya mencoba mendesain ulang kurikulum yang sudah berjalan lima tahun terakhir. “Ibarat komputer, maka program yang ada di dalamnya perlu di up grade agar tidak ketinggalan zaman dan tetap dapat dipakai,” ungkap Imam.       
Dalam mereview kurikulum, akan dikedepankan agar lulusannya menjadi pendidik yang profesional serta sekaligus dapat menjadi enterpreneur yang unggul. “Tingkat kebutuhan guru agama yang masih tinggi merupakan suatu tantangan tersendiri bagi FAI untuk mempromosikan hal tersebut,” kata dia.
Imam yang juga pemateri nasional Kurikulum 2013 menambahkan, untuk Prodi PGMI kurikulum dikemas sedemikian rupa berdasarkan kebutuhan manajemen madrasah dan memberlakukan Kurikulum 2013.
“Intinya kurikulum disetting pada kemampuan pembelajaran terpadu dan tematik serta pengembangan metode dan media pembelajaran yang up to date,” katanya.(vie/lis)