Terbukti Nyabu, Oknum Polisi Cuma Direhabilitasi


874

KRAPYAK– Seorang anggota Pengendalian Massa (Dalmas) Kepolisian Resor Klaten, Sofyan, divonis rehabilitasi oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (8/4). Sofyan diseret ke meja hijau lantaran menggunakan obat terlarang jenis sabu atau methaphetamine.

”Menghukum terdakwa dengan satu tahun rehabilitasi. Memerintahkan supaya terdakwa dikeluarkan dari tahanan usai putusan ini diberikan,” kata Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto.

Hakim berpendapat terdakwa melanggar Pasal 112 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dalam persidangan terdakwa terbukti menggunakan narkotika bagi dirinya sendiri.

Putusan rehabilitasi tersebut mengacu pada keterangan saksi dan alat bukti. Seorang dokter jiwa yang dihadirkan mengaku pernah memeriksa terdakwa secara psikoligis. Terdakwa datang kepada dokter tersebut dan minta perawatan. “Memerintahkan supaya terdakwa direhabilitasi di Rumah Sakit Jiwa kota Semarang,” tuturnya.

Hal meringankan yang dijadikan pertimbangan majelis hakim yakni, terdakwa belum pernah dihukum, terus terang mengakui perbuatannya, menyesal, dan mempunyai tanggungan keluarga. “Hal memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika. Terlebih terdakwa adalah anggota Polri,” terangnya.

Menanggapi vonis hakim, Jaksa Penuntut Umum Fitria menyatakan sikap pikir-pikir. Pasalnya, vonis hakim jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa yang menuntut terdakwa dipidana selama enam tahun penjara. Namun, saat wartawan menanyakan terkait kasus yang ditanganinya, Fitria tidak berkenan bicara. “Tidak tahu, sudah lama soalnya. Ini saya sidang saja baru mendapat SMS (pesan singkat),” kata Fitria sambil berjalan cepat.

Terdakwa ditangkap Ditresnarkoba Polda Jateng pada 23 November 2013 di daerah Ceper, Klaten. Barang bukti berupa sabu seberat 0,8 gram dan bong atau alat hisap diamankan dari laci lemari. Dalam pemeriksaan, barang bukti tersebut adalah sisa dari 1 gram sabu yang sempat dipakai terdakwa. Hasil tes urine menyatakan terdakwa positif mengonsumsi sabu.(ris/jpnn/ton)