Promosikan UMKM Lewat Foto

97

WONOSOBO – Produk UMKM di Wonosobo makin hari terus berkembang, bahkan jumlahnya kini diklaim mencapai 58.000. Namun sejauh ini untuk memasarkan produk masih menghadapi kendala. Untuk meningkatkan mutu pemasaran Dinas Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan Himpunan Penggemar Photo Wonosobo (HPPW) serta Jawa Pos Radar Semarang menghelat loma foto UMKM.
Menurut Kepala Bidang Pengembangan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Wonosobo, Siti Nurma Asiyah loma foto UMKM sengaja dihelat sebagai media promosi UMKM di Wonosobo. karena selama ini, belum banyak dokumentasi menarik sebagai media pemasaran hasil produksi UMKM.
“Kami memang tidak mempunyai kemampuan itu, sehingga kami serahkan kepada ahlinya para fotografer melalui lomba foto temanya UMKM,”katanya.
Nurma yang terlibat menjadi salah satu juri mengatakan, dari karya yang terkumpul, foto-foto UMKM Wonosobo lebih tampil menarik. Selain dengan komposisi warga, pesan produknya juga dengan jelas tersampaikan kepada publik.
“Hasil foto lomba ini, akan kami gunakan sebagai media promosi dalam memasarkan produk UMKM Wonosobo,”katanya.
Nurma mengatakan, jumlah UMKM di Wonosobo saat ini mencapai 58.000, itu termasuk UMKM formal dan nonformal. Untuk memicu pertumbuhan dan melebarkan pemasaran berbagai program terus dilakukan Pemkab Wonosobo.
“Berbagai kegiatan kami gelar, agar pasar UMKM Wonosobo lebih luas dan mendongkrak roda perekonomian,” tandasnya.
Pembina HPPW Agus Wuryanto yang juga sebagai dewan juri mengatakan, jumlah karya yang terkumpul dalam lomba ini mencapai 150 foto. “Foto ini akan sangat berarti dalam mengangkat potensi Wonosobo,” ujarnya.
Dijelaskan Agus, sejumlah tema yang dikirim peserta lomba beragam. Ada yang mengabil tema industri barang seperti pembuatan alat pertanian, pembuatan kerajinan bambu hingga pembuatan sapu serabut kelapa. Sementara foto lainnya bicara mengenai produk makanan olahan khas Wonosobo.
“Foto para peserta lebih berbicara dalam mengungkap produk UMKM Wonosobo. Selain mengungkap produknya, namun tetap menjaga kaidah estetika,” pungkasnya. (ali/lis)